PLN Sumbar Edukasi Masyarakat, Ingatkan Bahaya Listrik Berikut Ini

K3L PLN UIW Sumbar edukasi dan tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya listrik di radio. (Foto: Humas PLN)

Demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan, masing-masing Unit Layanan Pelanggan (ULP) di PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar sosialisasi dalam bentuk talkshow di radio.

Sosialisasi bertema “Bahayanya Listrik Bila tidak Hati-hati” itu berlangsung di Kota Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh. Narasumbernya Manager UP3 dan Pejabat K3L masing-masing unit pelaksana PLN.

Pejabat Pengendali K3L PLN UIW Sumbar Misran Hasra menyebutkan, talkshow radio diprakarsai Biro Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L) PLN UIW Sumbar untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Selain manfaat yang sangat besar, listrik juga memiliki potensi bahaya bila tidak berhati-hati menggunakannya. Bahaya yang timbul oleh listrik dapat terjadi dalam beberapa bentuk, salah satunya hubungan arus pendek atau korsleting yang berakibat fatal,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak pelanggan belum sadar terhadap bahaya listrik. Oleh karena itu, dia mengingatkan sejumlah hal yang perlu jadi perhatian pelanggan.

Yakni, jangan sekali-kali mengutak-atik alat pemutus/pembatas atau MCB dan kWh meter pada instalasi listrik di rumah atau bangunan pelanggan.

Selanjutnya, hindari pemasangan steker pada stop kontak bertumpuk, jangan membakar sampah di bawah kabel jaringan listrik karena hawa panas berpotensi menimbulkan lecet pada kabel.

Lalu, berhati-hatilah dalam menggali tanah di sekitar jaringan listrik. “Mudah-mudahan pelanggan menjadi lebih paham terkait hal tersebut,” tutur Misran.

Selain talkshow di radio, katanya, sosialisasi dari ULP PLN juga dilakukan ke nagari, desa, dan kelurahan di wilayah kerja masing-masing.

Misran berharap talkshow radio itu bisa meminimalisir munculnya bahaya akibat listrik yang mengancam keselamatan masyarakat.

Pihaknya juga menginfokan tentang kepemilikan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi instalasi di rumah pelanggan.

“Intinya kami hanya memberikan pasokan listrik kepada instalasi calon pelanggan yang sudah tersertifikasi aman dan layak oleh lembaga sertifikasi,” imbuhnya.

PLN mengharapkan pelanggan menginformasikan bila menemui pohon atau benda apapun yang bersentuhan atau rawan bersentuhan dengan kawat atau kabel listrik.

“Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, pelanggan dapat langsung menghubungi contact center 123, atau aplikasi PLN Mobile untuk menyampaikan pengaduan atau informasi seputar kelistrikan,” imbaunya.(rel/esg)