Ngabuburit Bareng Milenial, Nevi Beri Motivasi jadi Pahlawan Digital

18

Anggota Fraksi PKS DPR RI asal Sumatera Barat II Nevi Zuairina mengisi waktu jelang berbuka puasa atau ngabuburit dengan kegiatan dialog bersama anak-anak muda milenial.

Dalam dialog itu, dibahas persoalan bangsa yang tengah menghadapi tantangan zaman yakni masuknya teknologi yang demikian masif dan digitalisasi.

“Semua elemen bangsa, seluruh SDM-nya mesti beradaptasi dengan menyiapkan diri untuk memperkuat literasi digital yang mumpuni,” ujar Nevi dalam dialog bersama Milenial di Gedung Saiyo Sakato, Pariaman, Rabu (29/4/2021).

Politisi PKS itu bertemu anak milenial dari berbagai komunitas, seperti Milenial Agro Community, gerakan peduli sosial, Saudagar Pelajar, Halo Pelajar, AJOU Adventure, Sahabat Advokasi dan Angkatan muda Muhammdiyah Pariaman Utara.

“Tantangan terbesar bangsa ini yakni bagaimana memanfaatkan kreativitas di bidang teknologi, inovasi media, hingga kecanggihan AI (artificial intelegent) untuk menyebarkan kebaikan yang merata,” jelas Nevi.

Jika kita tidak sanggup menghadapi gelombang teknologi, maka bencana menghadang di depan mata. “Kita mesti bersiap siaga agar tidak ditelan gelombang pasang era algoritma ini,” tutur Nevi.

Legislator PKS ini pada urun rembug dengan anak-anak muda penerus bangsa, menyampaikan juga saat ini, tantangan bangsa kita tidak lagi berjuang menghadapi musuh berupa negara-negara penjajah.

Baca Juga:  UK KPK UNP Lantik Anggota Muda dan Anggota Biasa

“Itu tantangan satu abad hingga tujuh dekade yang lalu, ketika kolonialisme masih menjadi bagian dari interkoneksi antarbangsa. Tantangan pada masa kini, pada era digital, tentu sangat berbeda, yakni dengan segenap kompleksitas perang ekonomi, diplomasi lintas negara, kontestasi identitas, hingga perebutan energi antarkorporasi.

Nevi meneruskan, bahwa lapisan generasi Indonesia masa kini dan mendatang dalam menghadapi tantangan dan persoalannya, akan sangat berbeda dengan apa yang diperjuangkan pendiri bangsa.

Jejak heroik para pahlawan bangsa harus diperas saripati dan teladannya untuk ditransformasikan pada masa kini. Kerja keras, kreativitas, keteguhan, solidaritas, sekaligus integritas sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus dihadirkan pada pertarungan kekuatan dan kreativitas di era ini.

“Saya berharap, pahlawan-pahlawan milenial akan muncul dan tampil untuk menjadikan bangsa Indonesia tidak hanya sebagai pasar digital negara-negara luar. Namun sebagai pemain aktif dalam persaingan digitalisasi masa kini. Kita bukan sekadar konsumen yang menikmati produk, tapi kita mampu menciptakan produk yang dapat kita tawarkan pada pasar dunia”, tutup Nevi Zuairina.

Setelah dialog, Nevi dan para milenial itu berbuka bersama dan beranjak ke masjid untuk shalat berjamaah.(rel)

Previous articleKemendag Rekomendasikan Pasar Pusat Padangpanjang Miliki SNI
Next articleUAS Sah Nikahi Gadis 19 Tahun