Era Baru Perantau, Yuliandre: Bisa Pulang Kampung Digital

85
Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis saat diskusi dengan para perantau Minang. (Foto: IST)

Komisioner Komsi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan istilah merantau sudah tak asing lagi terdengar di telinga.

Tradisi merantau dapat diartikan perginya seseorang dari tempat asal ke negeri orang.

Dalam merantau, ada kalanya perantau pulang kampung atau mudik. Namun, di era pandemi Covid-19 ini, istilah tersebut sudah mulai diiringi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga muncul filosofi baru; pulang kampung virtual atau digital.

Meski tanpa hadir secara fisik di kampung karena adanya larangan mudik sebagai upaya mengatasi pandemi Covid-19, tapi perantau masih bisa terus berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan sanak keluarganya di kampung halaman dan luar negeri. Bahkan, tanpa batas ruang dan waktu.

“Istilah pulang kampung dari rantau sekarang tidaklah rumit. Dalam forum ini kita bisa merasakan semangatnya pulang kampung. Budaya pulang kampung digital ini sederhana, namun tidak keluar dari makna,” kata Yuliandre saat diskusi berbasis online bertema “Budaya Merantau Masyarakat Minang Dulu, Sekarang dan Masa akan Datang” di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Diskusi dihadiri banyak tokoh Minang di ranah dan perantauan, di antaranya Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta dan Mochtar Naim.

Dalam kondisi kekinian, Yuliandre yang akrab disapa Andre dalam kapasitasnya sebagai tokoh muda Sumbar menilai, para perantau muda sudah banyak yang berkolaborasi dan berkiprah.

Ia merasakan perantau muda Minang banyak ikut berkontribusi dalam memajukan negeri, seperti sukses mendirikan start-up e-commerce serta bidang-bidang lainnya.

“Kekompakan perantau muda kita tidak bisa dianggap sepele. Berbagai kesuksesan e-commerce yang ada di Indonesia saat ini, ada keterlibatan inovasi para anak muda Minangkabau,” ungkap mantan Uda Sumbar dan duta muda UNESCO ini.(esg)