Fadel Muhammad: Pilih Kada yang Berkomitmen Majukan Pertanian

38

Wakil Ketua MPR RI Prof. DR. Ir. Fadel Muhammad menyatakan sektor pertanian di Sumatera Barat (Sumbar) masih kurang diperhatikan. Karena itu, Fadel menginginkan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang bersama pemerintah daerah bisa mendorong sektor pertanian ini lebih maju lagi ke depannya.

“Saya merasakan pertanian di Sumbar masih kurang digenjot. Saya ingin Unand bersama pemerintah daerah bisa mendorong pertanian untuk meningkatkan produksinya karena secara langsung akan memengaruhi kesejahteraan masyarakat,” kata Fadel, usai menyampaikan Orasi Ilmiah Dies Natalis Ke-66, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, di Limau Manis, Kota Padang, Senin (30/11/2020).

Apalagi saat ini sedang berlangsung proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Menurut mantan Gubernur Gorontalo itu, sebaiknya masyarakat memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang punya perhatian dan komitmen terhadap pemajuan sektor pertanian.

“Dalam rangka pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta para bupati dan wakilnya, pilih pasangan yang berkomitmen memajukan pertanian. Jangan pilih para pasangan calon yang cuma bisa bicara-bicara soal pertanian tanpa komitmen. Malu kita dengan negara-negara tetangga misalnya Thailand yang lahan pertaniannya terbatas tapi produksinya berlimpah-ruah. Beda dengan Sumbar, subur lahannya tetapi produksinya sangat rendah,” tegasnya.

Saat menyampaikan orasi, Fadel mengungkap pengalamannya sewaktu menjadi Gubernur Gorontalo dalam membangun pertanian jagung di provinsi yang dimekarkan dari Provinsi Sulawesi Utara itu.

“Saya sampai dituduh oleh Menko Perekonomian saat itu Pak Dorodjatun Kuntjarajakti telah mengintervensi pasar gara-gara mengeluarkan peraturan daerah untuk menaikan harga jual jagung dari Rp 400 menjadi Rp 700 per kilo. Meski dituduh intervensi, Perda tetap jalan karena saya tahu itu mendatangkan kesejahteraan bagi petani,” ujar anggota DPD RI dari Gorontalo itu.

Baca Juga:  UK KPK UNP Lantik Anggota Muda dan Anggota Biasa

Kritikan yang sama juga pernah dilancarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Fadel lantaran menjadikan simpanan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bank sebagai jaminan bagi petani jagung untuk mendapatkan pinjaman dari bank.

“Ketika dalam sebuah rapat Menkeu dengan para Gubernur se Indonesia saya disindir-sindir telah menggunakan simpanan daerah sebagai jaminan kredit petani jagung. Karena tak mau disindir, saya tanyakan, siapa Gubernur yang berbuat itu. Menkeu tunjuk saya. Saya jelaskan, jangan terlalu teks book dalam memosisikan keuangan daerah karena dengan cara seperti itu, maka manfaat secara langsung didapat oleh petani dan uang daerah tidak hilang,” ujarnya.

Lebih lanjut dia membeberkan, sebagai Gubernur, dia juga ikut memasarkan produksi jagung Gorontalo ke Malaysia, Filipina bahkan ke Korea Selatan. “Akhirnya, saya punya kontrak ekspor jagung ribuan ton ke luar negeri dengan harga tinggi. Sebagai Gubernur, saya juga perintahkan para bupati melalui badan usaha daerah untuk membeli jagung petani dengan harga tinggi untuk diekspor,” kata Fadel.

Karena itu, Fadel menegaskan jangan pernah takut melakukan intervensi kalau itu akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat petani yang dipimpin. “Kita malu, sebagai negara agraris tapi masih banyak impor produksi pertanian. Unand harus menyiapkan Sumbar sebagai sentra produksi pertanian,” imbuhnya.(fas/jpg)

Previous articleDPD RI Ingatkan Keselamatan Masyarakat Harus jadi Prioritas Pilkada
Next articleMotivasi Keterbukaan Informasi, KI Sumbar Antar Reward ke Ketua DPRD