Jangan Berubah karena Promosi Jabatan

249
Aqua Dwipayana

Motivator Nasional

Semua yang dimiliki manusia di muka bumi ini adalah titipan. Dengan caraNYA, sebagai pemilik seluruhnya setiap saat Tuhan bisa mengambilnya. Terkait dengan itu jangan pernah sedikit pun berubah jadi negatif jika mendapat rezeki termasuk promosi jabatan.

Mereka yang tidak mampu mengendalikan dirinya-berubah jadi negatif karena memperoleh rezeki- belakangan akan menyesal sendiri. Sudah banyak contoh tentang itu. Salah satunya terkait dengan promosi jabatan.

Jika orangnya sudah matang dan dekat sama Tuhan, biasanya saat promosi jabatan lebih waspada, mawas diri, dan ekstra hati-hati. Dia menyadari bahwa seiring dengan promosi jabatan itu cobaannya pasti bertambah.

Selain lebih mendekatkan diri ke Tuhan, juga makin rendah hati. Menghargai semua orang tanpa terkecuali. Tidak melihat latar belakang setiap orang.

Dia sadar bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya hanya sementara, tidak kekal, apalagi abadi. Setiap saat amanah itu bisa diserahkan ke orang lain dan dirinya menjadi orang biasa.

Secara alamiah apapun jabatan seseorang, saat masanya tiba, dia harus pensiun. Menyerahkan jabatan, tugas, dan tanggung jawabnya kepada orang lain.

Sebagian besar fasilitas yang diterima semasa masih menjabat otomatis berkurang setelah tidak lagi menjadi pejabat. Diserahkan kepada penggantinya.

Baca Juga:  Mikoriza, Solusi Optimal Serapan Hara Esensial pada Tanah Ultisol

Kesepian di Tengah Keramaian

Bisa dibayangkan jika saat menjabat bersikap sombong, tinggi hati, dan tidak menghargai orang lain. Maka ketika tidak lagi jadi pejabat, tidak ada temannya. Dia merasa kesepian di tengah keramaian.

Tentang ini sudah banyak contoh nyata. Saat pensiun tidak ada temannya. Ketika berada di tempat umum, orang cuek bahkan cenderung menghindar. Mereka merasa seakan-akan tidak kenal dan tidak ada kewajiban untuk menyapanya.

Jika ini terjadi pada diri seseorang pasti menyakitkan sekali. Tidak mendapat penghargaan apalagi pengakuan dari orang lain. Mereka tidak peduli meski orang tersebut mantan pejabat.

Kejadian itu seperti hukum sebab-akibat. Sikapnya semasa menjabat yang tidak bersahabat membuat dirinya saat pensiun tidak mendapat tempat di lingkungannya.

Orang yang berubah karena promosi jabatan patut dikasihani. Sikapnya itu menunjukkan kualitas dirinya.

Nasi sudah menjadi bubur. Sesal kemudian tiada guna. Belajar dari semua pengalaman itu agar mereka yang masih menjabat dapat mengontrol dirinya untuk tidak melakukan hal serupa. Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Aamiin ya robbal aalamiin.(*)

Previous articleDorong Peningkatan Produksi Ikan, Bupati Resmikan 40 Rumah Nelayan
Next articlePaparkan Strategi PUG, Pariyanto Berharap Dharmasraya Dapat APE