Jika Jadi Gubernur, Mulyadi bakal Aktifkan kembali Mata Pelajaran BAM

55

Calon Gubernur Sumbar Mulyadi ingin mengaktifkan kembali mata Pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) di sekolah dan instansi pendidikan di Sumbar, jika terpilih menjadi Gubernur Sumbar periode 2020-2025.

Hal itu disampaikan Mulyadi saat silaturahmi dan makan bajamba antara Paslon Gubernur Sumbar dengan LKAAM Sumbar dalam rangka mendengarkan visi misi bidang pembangunan ABS-SBK, di Padang, Rabu (25/11/2020).

“Saya mendapat bisikan dari seseorang untuk kembali menghadirkan mata pelajaran BAM ini, agar generasi kita memahami adat dan budaya kita,” ujar Mulyadi di hadapan perwakilan ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dari kabupaten/kota se-Sumbar.

Selain itu, pria yang pernah menjabat anggota DPR RI tiga periode ini menyampaikan, bersama Ali Mukhni dia ingin kekuatan yang ada di nagari ikut serta berperan dalam mengambil keputusan strategis.

“Saya akan mengajak ninik mamak mengambil keputusan strategis. Karena kemampuan pemerintah itu terbatas, peran masyarakat adat salah satu kunci keberhasilan pemerintah daerah ke depan,” ujar Mulyadi.

Kemudian Mulyadi, juga berjanji menyediakan balai adat di seluruh nagari yang dananya di support dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi. “Agar sarana ninik mamak ini lengkap dan mudah mengambil keputusan bersama,” tutur Mulyadi.

Baca Juga:  Ramadhan, Gubernur Mahyeldi Singgah Sahur di Rumah Warga tak Mampu

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Datuak Rajo Panghulu mengatakan, acara ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kepedulian pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar terhadap adat dan budaya Minangkabau.

Dalam hal ini dia juga mengimbau, agar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar tetap mengedepankan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi.

“Tetap mengedepankan Pemilu badunsanak, kampanye dengan baik, tidak boleh politik uang dan sebagainya,” kata M Sayuti. (idr)

Previous articleLanyalla: Pembangunan Sirkuit Mandalika Harus Punya Efek Ekonomi
Next articleSPBU Satu Harga di Muara Sikabaluan Terbakar