Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pernah Jemput Langsung Pelajar Berpotensi yang Terkendala Biaya

j
Penulis: jpg❯
Imam Santoso (kiri depan) dan tiga mahasiswa ITB yang dia ajak mudik ke kampung halamannya di Ambulu, Jember.
Imam Santoso (kiri depan) dan tiga mahasiswa ITB yang dia ajak mudik ke kampung halamannya di Ambulu, Jember.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Lahir dari keluarga bersahaja, Imam Santoso rutin berkeliling ke berbagai sekolah di banyak kota memotivasi anak-anak muda agar tidak takut mengejar pendidikan setinggi mungkin. Mudik Lebaran lalu, dia juga mengajak tiga mahasiswa ITB yang tak bisa pulang kampung karena mahalnya tiket pesawat.

PENGALAMAN mengharukan menjemput seorang siswa berprestasi di Jember itu masih basah dalam ingatan Imam Santoso. Afiq, siswa tersebut, merupakan putra seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anak dengan berjualan es capcin yang dititipkan di sejumlah sekolah.

Ketiadaan biaya nyaris membuat Afiq tak bisa berkuliah. Padahal, pelajar SMAN 1 Jember tersebut merupakan siswa berprestasi. Salah satunya, juara Olimpiade Sains Nasional Kebumian.

Advertisement

“Waktu itu saya dapat informasi kalau siswa ini berprestasi. Akhirnya, saya bersama tim beasiswa Paragon menjemput langsung dia,” ujar Imam kepada Radar Jember Grup Jawa Pos (grup Padang Ekspres) tentang pengalamannya tahun lalu.

Afiq akhirnya bisa berkuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Imam adalah dosen Teknik Metalurgi di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan kampus ternama di tanah air tersebut. Berburu siswa berprestasi adalah salah satu kegiatan yang rutin dia lakukan di berbagai kota di tanah air.
Mirip Afiq, Imam lahir dari keluarga sederhana di Ambulu, Jember. Orang tuanya buruh tani, namun ketekunan dan kegigihan yang berbuah prestasi membawanya ke titik sekarang: dosen, motivator, dan kreator konten dengan pengikut lebih dari 800 ribu orang.

Konten-konten Imam berfokus pada memotivasi siswa berprestasi berlatar belakang keluarga kurang mampu yang ingin berkuliah di ITB, namun terkendala biaya. Dia berbagi cerita dan pengalaman.

Advertisement

Manusia Beasiswa

Pada 2024 dan 2025, misalnya, Imam juga sempat roadshow ke beberapa SMA di kawasan Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Selain untuk memotivasi anak-anak muda melanjutkan kuliah, Imam juga memberikan informasi berbagai beasiswa yang tersedia, sembari menyebarkan jala untuk mencari anak muda seperti Afiq yang memiliki potensi, namun kurang mampu secara finansial.

“Tahun lalu, saat saya roadshow ke SMA Ambulu, SMA 1 Jember, dan SMA 2 Jember, mereka sangat antusias bertanya tentang ITB. Tidak sedikit juga dari mereka takut karena passing grade ITB tinggi. Namun, selalu saya bilang, jangan takut, apalagi soal biaya,” jelasnya saat ditemui Radar Jember Grup Jawa Pos di Jember (20/3).

Soal beasiswa, Imam berbicara dari pengalaman. Dia sampai dijuluki “Manusia Beasiswa” karena pendidikannya dibiayai dari sana.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer