Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komitmen Kerakyatan Gerakan Mahasiswa

A
Penulis: Antara❯
Dr Taufan Hunneman
Dr Taufan Hunneman

Advertisement

Penulis : Dr Taufan Hunneman - Dosen UCIC Cirebon

PADEK.JAWAPOS.COM -- DALAM alam demokrasi seperti sekarang, pemerintah terbuka menerima berbagai masukan, bahkan kritik paling keras sekalipun, termasuk dari gerakan mahasiswa. Salah satu prinsip pemerintahan de­mok­ratis adalah memberi ruang bagi kebebasan berpendapat warga negara. Ruang itu pula yang ditunjukkan Pemerintahan Prabowo-Gibran dengan kesediaannya menerima masukan dari gerakan mahasiswa.

Pemerintah tampaknya sangat menyadari bahwa gerakan mahasiswa memiliki posisi strategis, karena selalu berbasis pada komitmen kerakyatan. Komitmen kerakyatan aktivis gerakan mahasiswa adalah keniscayaan, termasuk ketika menyampaikan kritik terhadap program populis pemerintah, seperti MBG (makan bergizi gratis). Itulah makna strategis gerakan mahasiswa, ketika kepandaian dan intelektual sebagai mahasiswa selalu dimanfaatkan untuk meringankan beban rakyat, sebagai­mana pengalaman penulis di masa Orde Baru.

Advertisement

Setiap generasi selalu me­ng­hadapi tantangannya sendiri. Aktivis gerakan mahasiswa masa kini pun berhadapan dengan tantangan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Namun, satu hal yang tetap sama adalah pijakan perjuangannya: komitmen pada kepentingan rakyat.

Komitmen kerakyatan aktivis gerakan mahasiswa telah terbukti menjadi pilar gerakan civil society hari ini. Mereka bergerak dalam lintas isu, mulai isu internal kampus, perburuhan, soal HAM, dan seterusnya. Salah satu contohnya ada­lah keterlibatan generasi mu­da dalam Aksi Kamisan, gerakan damai yang secara rutin digelar setiap Kamis di depan Istana Merdeka untuk menyuarakan isu-isu HAM.

Setiap aksi demonstrasi mahasiswa, lahir dari ke­pe­du­lian terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat atau berpotensi menimbulkan ketimpa­ngan sosial. Kritik adalah ba­gian dari demokrasi. Apabila kritik disampaikan melalui dialog terbuka, adu argumentasi, dan pertukaran gagasan, akan me­ng­hasilkan solusi yang lebih substansial bagi bangsa.

Advertisement

Apresiasi harus disampaikan kepada mahasiswa yang memilih berdiskusi dan berdebat secara langsung dengan para pemimpin lembaga negara. Ketika sejumlah elemen mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui dialog dan perdebatan terbuka, langkah ter­sebut dinilai mencerminkan kedewasaan gerakan mahasiswa sekaligus menghidupkan kembali tradisi intelektual yang selama ini menjadi fondasi perjuangan mahasiswa Indonesia.

Ruang Komunikasi

Apresiasi juga harus diberikan kepada pimpinan DPR RI yang membuka ruang komunikasi secara langsung dengan berbagai organisasi kemahasiswaan melalui audiensi di Gedung DPR RI, Senayan. Dialog merupakan instrumen penting dalam demokrasi yang harus terus dijaga. Mahasiswa adalah kekuatan moral bangsa. Ketika mereka memilih datang ke DPR untuk berdialog dan berdebat secara terbuka, itu menunjukkan kematangan politik dan keberanian intelektual.

Tradisi gerakan mahasiswa tidak hanya dibangun melalui aksi di jalan, tetapi juga melalui pertarungan gagasan yang argumentatif dan konstruktif. Suara mahasiswa merupakan bagian dari aspirasi rakyat yang harus didengar dan dilindungi oleh seluruh elemen bangsa. Publik siap mendorong generasi muda untuk tetap kritis dan berani menyuarakan pen­da­patnya. Dengan catatan, pe­nyampaian aspirasi dilakukan secara baik dan tertib sesuai koridor hukum yang berlaku.

Diharapkan komunikasi antara mahasiswa, DPR, dan pemerintah dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai aspirasi masyarakat tidak berhenti pada forum audiensi semata, melainkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Fenomena Kebahasaan Generasi Milenial

Fenomena Kebahasaan Generasi Milenial

BAHASA Indonesia hari ini terdengar berbeda dari dua dekade lalu. Bukan karena tata bahasanya berubah drastis, melainkan karena penuturnya,

BBPSB Dorong Tertib Penggunaan Bahasa Indonesia

BBPSB Dorong Tertib Penggunaan Bahasa Indonesia

Balai Bahasa Provinsi Su­matera Barat (BBPSB) melaksa­nakan Program Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Provinsi Sumatera Barat

Satgas PPK UNP Perluas Gerakan Kampus Aman

Satgas PPK UNP Perluas Gerakan Kampus Aman

Satgas PPK UNP menggelar Road Show Goes to Fa­culty pada 13-16 Juli lalu. Ini untuk memasifkan sosialisasi Permen­dikbudristek Nomor 55 Tahun 2024

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer