Kapolda Jabar Terima Buku Trilogi The Power of Silaturahim

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri senang menerima buku trilogi The Power of Silaturahim langsung dari penulisnya, Aqua Dwipayana.

Penyerahan buku-buku dilakukan pada Rabu malam (10/3/2021) lalu saat Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional itu silaturahim ke Dofiri di rumah dinasnya.

Aqua sengaja silaturahim ke Dofiri. Selain menyerahkan buku-buku terbaru karyanya, juga menginformasikan hasil pertemuannya dengan beberapa Kapolres di Jabar. Di samping itu mereka mendiskusikan banyak hal.

Selama tiga hari, Senin sampai Rabu (8 -10/3/2021) lalu Aqua berada di wilayah kerja Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon. Agenda utamanya adalah Sharing Komunikasi dan Motivasi di Korem dan Kodim-Kodim. Seluruhnya delapan sesi.

Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkan Aqua untuk silaturahim ke para Kapolres yang berada di wilayah itu. Mereka adalah Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi, Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, dan Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra.

Saat mau menerima buku-buku dari Dr Aqua, Dofiri spontan berkomentar. “Pak Aqua ini kreatif. Sejak dulu rajin menulis buku. Sudah banyak buku yang ditulis Pak Aqua. Teruslah berkarya karena buku-buku bapak pasti bermanfaat buat orang banyak.”

Terjual 20 Ribu Eksemplar

Dr Aqua menyerahkan kepada Dofiri dua buku dari tiga buku trilogi The Power of Silaturahim. Kedua buku itu berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untu Sesama”.

Kedua buku itu efektif mulai diedarkan awal Januari 2021. Sebelum dicetak pesanan bukunya hingga ribuan eksemplar.

Buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya.

Dr Aqua seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Ayah-Bunda Syaifuddin-Asmi Samad. Sedangkan Ventje seorang Tionghoa Katholik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Papi-Mami Rudy Suardana-Susianawati Harlim.

Yang satu sampai mengenyam pendidikan S3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan satu lainnya kuliah di Amerika Serikat. Terlepas dari banyak perbedaan di antara mereka, kedua tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarmereka berdua melainkan juga keluarga besar kedua belah pihak.

Guru Besar dan Dekan ke-9 Fikom Unpad Prof Deddy Mulyana, MA, Ph.D membubuhkan kata pengantar yang sangat apik dan relevan di buku “Humanisme Silaturahim”. Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo juga menyampaikan kata pengantar untuk buku setebal 237 halaman yang diterbitkan oleh Media Baca Mandiri ini.

Baca Juga:  Pegiat Literasi Sumbar dan Sulteng Hadiri Literasi Konservasi

Buku “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama” berkisah tentang kiprah sosial kakak-beradik Alira-Ero Dwipayana. Di usia yang cukup muda–masih kepala dua, Alira-Ero telah menorehkan prestasi yang menjadi idaman semua orangtua.

Prestasi itu tidak hanya mereka ukir dalam kaitannya dengan capaian pendidikan atau lingkungan kampus. Di luar itu, yang tentu membuat kedua orangtua mereka bahagia dan sangat bersyukur ialah Alira-Ero telah menorehkan karya dalam kiprah mereka di bidang sosial-kemanusiaan.

Kepedulian sosial terhadap sesama itu dilakukan di tengah kesibukan kakak-beradik itu bersekolah di SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, dan sesudahnya. Saat Alira kemudian kuliah di Korea University Business School di Seoul, Korea Selatan (Korsel) dan bekerja di perusahaan farmasi terkemuka Daewoong di Korsel, dia terus melanjutkan kiprah sosialnya.

Hal yang sama juga dilakukan Ero yang kini mahasiswa semester VIII Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadaram (Fikom Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Kiprah mereka selengkapnya tersaji di buku setebal 293 yang dibubuhi kata pengantar oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo ini.

Kedua buku itu dicetak masing-masing 20 ribu eksemplar. Totalnya 40 ribu eksemplar. Pemasarannya dilakukan secara langsung ke konsumen. Belum dijual di toko-toko buku.

Sampai sekarang telah terjual sebanyak 20 ribu eksemplar. Setiap hari selalu ada tambahan pesanan bukunya. Jumlahnya beragam mulai dari puluhan eksemplar hingga ribuan eksemplar. Pada minggu kedua Maret 2021 ini buku yang laku lebih dari dua ribu eksemplar.

Kesuksesan kedua buku itu atas dukungan penuh dua editor handal yakni penulis banyak buku Nurcholis MA Basyari dan mantan Wakil pemimpin redaksi harian Jawa Pos Fuad Ariyanto yang akrab dipanggil Cak Fu. Selain itu juga mantan copy editor Jawa Pos Yarno Wiryo yang bantuannya sangat besar.

Melihat banyaknya pesanan kedua buku itu Dr Aqua optimistis dalam waktu dekat akan cetak ulang. Jumlahnya sama dengan cetakan pertama masing-masing 20 ribu eksemplar sehingga totalnya 40 ribu eksemplar.

Sebelumnya saat Dofiri menjabat Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr Aqua telah memberikan buku karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”. Itu merupakan buku pertama dari tiga buku trilogi The Power of Silaturahim. (rel)

Previous articleJihad Ekonomi
Next articlePancaroba, BMKG Ingatkan Masyarakat Sumbar Waspada Cuaca Ekstrem