Kemenparekraf Uji Kesiapan Destinasi MICE di Sumatera Barat

Pelantikan Pengurus DPD Asperapi Sumbar di Grand Inna Padang, Selasa (2/3/2021).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama INACEB serta melibatkan masukan dari stakeholders MICE, telah menyusun rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE) pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE.

Panduan pada kegiatan MICE ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan MICE yang aturan teknis spesifiknya disesuaikan dengan panduan yang dibuat oleh Asosiasi dan Industri MICE sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan MICE di Indonesia.

Ketentuan yang termuat dalam panduan ini juga mengacu pada protokol dan panduan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), Travel & Tourism Council (WTTC) serta Asosiasi MICE nasional dan internasional seperti ICCA, UFI, AIPC, serta Asperapi.

Panduan ini telah disosialisasikan tahun 2020 di 9 destinasi MICE antara lain, Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Mataram, Banten, Semarang, dan Batam. Sosialisasi dilaksanakan kepada para stakeholders MICE untuk menyamakan pemahaman mengenai isi panduan sehingga dapat dijalankan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan MICE di destinasi tersebut.

Tahun 2021 ini, sosialisasi Panduan CHSE MICE diberikan melalui beberapa rangkaian kegiatan yaitu Pemaparan Panduan CHSE MICE, Pengenalan Platform MICE.id sebagai platform kolaborasi, serta Praktek atau Simulasi Perjalanan Insentif.

Kegiatan simulasi panduan ini juga secara langsung meninjau kesiapan destinasi untuk pelaksanaan kegiatan MICE. Simulasi dilaksanakan di beberapa objek di tiap destinasi dan dilakukan oleh tim media. Rangkaian kegiatan dimulai dalam kurun waktu 9 Februari – 9 Maret 2021.

“Pemprov Sumbar telah mengajukan diri untuk masuk dalam destinasi MICE. Dan sosialisasi panduan CHSE ini diharapkan menjadi titik awal bagi kebangkitan pariwisata Sumbar, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan insentif, pertemuan, konvensi, dan pameran atau MICE,” sebut Kadis Pariwisata Sumbar, Novrial, di hadapan peserta sosialisasi CHSE MICE, Selasa (2/3/2021), di Grand Inna Padang.

Baca Juga:  PE Sumbar 2020 Menurun 1,19 Persen

Kegiatan ini juga dilakukan pelantikan pengurus DPD Asperapi Sumbar oleh Ketua DPP Asperapi Hosea Andreas Runkat, bersama Wahyu Wicaksono dari Kemenparekraf, dan Kadispar Novrial. Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia Sumbar itu diketuai oleh Ivan Affendi untuk periode 2021-2024.

Terpisah, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengharapkan dengan telah rampungnya panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) pada kegiatan MICE serta melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi panduan ini, para stakeholders MICE dapat memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya menjalankan protokol yang telah disusun dalam panduan

“Diharapkan wisatawan MICE yang akan melaksanakan kegiatan MICE di Indonesia merasa aman dan nyaman. Sektor MICE kembali siap dan mampu bangkit kembali untuk memacu pertumbuhan dan kreativitas yang lebih baik dari sebelumnya, dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang memiliki value proposition,” ujar Rizki Handayani.

Di Sumbar kegiatan itu dilaksanakan 2 hingga 4 Maret mendatang. Praktek atau simulasi perjalanan insentif melibatkan 10 wartawan media cetak dan online. Menurut jadwal yang diterima padek.co, Rabu (3/3/2021), simulasi dilakukan ke objek wisata air terjun Lembah Anai, isoma di Restoran Pak Datuk, lanjut ke Puncak Lawang dan Danau Maninjau, terus ke Ngarai Sianok dan Jam Gadang. Ditutup dengan makan malam di Restoran Uni Evi.

Hari kedua simulasi mengunjungi Danau Singkarak, makan siang di Restoran Pondok Flora, setelah itu menuju Istano Pagaruyung, dan disudahi di Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. (hsn)

Previous articleTMMD ke-110 Padang Pariaman dan Kepulauan Mentawai Resmi Dibuka
Next articleMahyeldi dan Audy Temui Kapolda, Kajati dan Kabinda Sumbar