Dibantu CSR Semen Padang, Budi Daya Jamur Tiram Bangkit di Tengah Pandemi

11

Pembina Kelompok Budi Daya Jamur Tiram dan Magot, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Desi Fitria mengatakan, ia mendapat bantuan dari CSR Semen Padang sebesar Rp75 juta, yang disalurkan melalui Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis. Lantas ia manfaatkan untuk mendirikan rumah budidaya jamur tiram sebanyak 15 unit, dengan ukuran masing-masing rumah seluas 3×4 meter.

“Sebab, sebelum ada rumah budidaya jamur tiram, masyarakat atau pelaku budidaya jamur tiram itu hanya memanfaatkan sudut-sudut rumah mereka dengan memanfaatkan kayu-kayu bekas. Tentunya, kualitas jamur tiram nya tidak higienis,” ujar Desi.

CSR PT Semen Padang melalui Forum Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis juga memfasilitasi Kelompok Budi Daya Jamur Tiram dan Magot untuk belajar cara pembibitan dan pengolahan jamur serta magot.

“Untuk jamur tiram, pelatihannya dilakukan ke Payakumbuh. Sedangkan magot, ke bank sampah di Pariaman. Alhamdulillah, sejak difasilitasi pelatihan jamur tiram dan magot, usaha Kelompok Budi Daya Jamur Tiram dan Magot Limau Manis semakin berkembang,” bebernya.

Saat ini, kata Desi melanjutkan, Kelompok Budi Daya Jamur Tiram dan Magot Kelurahan Limau Manis rata-rata produksi jamur tiram sebanyak 60 kg. Jamur tiram yang diproduksi kemudian dijual dalam bentuk sayur dan juga berbagai produk makanan berbahan dasar jamur tiram.

Baca Juga:  Semen Padang Gelar Webinar Kenali Hepatitis Akut Bersama Ketua IDAI Sumbar

Di antaranya, randang, galamai, risoles, naget, bandrek, nasi goreng, dendeng, kentucky, bakso, sate dan lain sebaginya. “Bahkan sayur jamur tiram yang tidak terjual, juga kami olah menjadi kerupuk jamur,” ujarnya.

Untuk pasarannya, tambah Desi, tidak hanya di Kota Padang, tapi juga beberapa daerah di Sumbar. Untuk harganya juga bervariasi. Jamur dalam bentuk sayur, dijual dengan harga Rp20 ribu/kg. Sedangkan dalam bentuk olahan seperti rendang misalnya, dijual Rp60 ribu/kg dan galamai/bungkus dengan berat 1 0ns seharga Rp15 ribu.

“Kalau magot, penjualannya masih di sekitaran Kota Padang. Usaha magot ini baru berjalan 1 tahun dan lokasinya baru di dua tempat di Limau Manis. Namun begitu, kami yakin usaha ini akan menuai hasil maksimal, karena magot ini bermanfaat untuk pakan ikan dan unggas,” pungkas Desi.

Ia berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah membantu permodalan, pelatihan dan banyak lagi. Berkat CSR Semen Padang, usaha jamur tiram dan magot ini bisa bangkit di tengah-tengah situasi pandemi. (*)