UPZ Baznas Semen Padang Rutin Santuni Fakir, Jompo, Cacat & Janda Tua

45
Kepala Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif (kiri) bersama sejumlah jompo dan janda tua saat penyerahan bantuan sembako beberapa waktu lalu.

Fakir, jompo, cacat, dan janda tua, terus menjadi perhatian UPZ Baznas Semen Padang. Perhatian dari lembaga pengumpul zakat karyawan PT Semen Padang itu, telah direalisasikan sejak 1995 hingga sekarang.

Ketua Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan, perhatian untuk fakir, jompo, cacat dan janda tua itu berupa pemberian santunan rutin tiap bulan dan santunan tersebut merupakan program Bidang Kemanusiaan UPZ Baznas Semen Padang.

“Program santunan ini telah dimulai sejak 1995, atau sejak zakat karyawan/ti PT Semen Padang dikelola oleh Seksi Sosial KORPRI PT Semen Padang. Program santunan untuk jompo, janda tua, fakir dan cacat itu hingga kini, merupakan salah satu program unggulan UPZ Baznas Semen Padang,” kata Muhammad Arif, Kamis (1/10/2020).

Ketika zakat karyawan/ti masih dikelola oleh Sesi Sosial KORPRI PT Semen Padang, kata Arif melanjutkan, santunan untuk jompo, fakir, janda tua dan cacat itu, hanya disalurkan untuk masyarakat di Kelurahan Batu Gadang dan Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Seiring semakin meningkatnya jumlah penerimaan zakat, maka jumlah penerima santunan pun juga meningkat. Peningkatan itu tidak hanya di era Seksi Sosial KORPRI PT Semen Padang, tapi juga di era setelahnya, seperti Bazis Semen Padang, LAZ Semen Padang dan sekarang ini UPZ Baznas Semen Padang.

Untuk saat ini, sebut Arif, lebih dari 350 orang masyarakat yang diberikan santunan rutin per bulan oleh UPZ Baznas Semen Padang.

Sebagian besar dari penerima santunan adalah masyarakat yang tinggal di Ring 1 PT Semen Padang, seperti Lubukkilangan, Pauh dan Lubukbegalung. Beberapa di antaranya, juga ada yang tinggal di luar Kota Padang.

Baca Juga:  Serikat Pekerja Semen Padang Sumbangkan 326 Kantong Darah

Untuk di luar Kota Padang, penyaluran santunan diserahkan melalui karyawan/ti PT Semen Padang, karena penerima santunan tersebut merupakan rekomendasi dari karyawan/ti PT Semen Padang.

“Sedangkan untuk di Kota Padang, santunan dijemput ke Kantor UPZ Baznas Semen Padang di Kompleks L150 PT Semen Padang,” ujarnya.

Muhammad Arif mengatakan, untuk masyarakat Lubukkilangan, khususnya di Kelurahan Batu Gadang dan Kelurahan Indarung, selain pemberian santunan rutin tiap bulan, juga ada kegiatan tausyiah di masjid-masjid dan musala.

Untuk di Batu Gadang, santunan diserahkan di masjid dan musala, yaitu setelah Salat Ashar, jadwalnya Senin-Jumat.

“Di Batu Gadang itu ada 79 orang yang mendapat santunan. Sebelum santunan diberikan, kami pun juga memberikan tausyiah kepada para penerima santunan. Begitu juga di Indarung, pemberian santunan diadakan di Musala Al-Falah Blok M, yaitu setiap hari Sabtu pekan kedua tiap bulannya. Untuk di Indarung ada 32 orang penerima santunan,” bebernya.

Sementara itu, di masa pandemi Covid-19 ini, kata Muhammad Arif, UPZ Baznas Semen Padang juga memberikan bantuan paket sembako kepada para jompo, fakir, cacat, dan janda tua yang selama ini mendapatkan santunan rutin dari UPZ Baznas Semen Padang.

“Bantuan paket sembako itu terdiri dari beras, telur, minyak goreng dan sarden. Bantuan sembako itu kami serahkan bulan Mei dengan cara diantar langsung ke alamat penerima bantuan, dan alhamdulillah, bantuan sembako itu cukup membantu mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkas Muhammad Arif. (*)