Mengenal Fisioterapi, Pengobatan yang Kembalikan Fungsi Gerak Tubuh

70

Muthia Hermania SFt

Mungkin banyak orang yang belum begitu familiar dengan kata Fisioterapi, padahal pengobatan ini cukup penting didapatkan untuk seseorang guna mengembalikan fungsi gerak tubuh.

Kepala Ruangan Fisioterapi Semen Padang Hospital Muthia Hermania SFt mengungkapkan, secara pengertian fisioterapi memiliki pengertian yakni prosedur medis untuk mengembalikan fungsi tubuh yang normal setelah terkena cidera, penyakit tertentu, hingga sebab lainnya yang membuat seseorang kehilangan kemampuan fungsi tubuhnya secara normal.

Pengobatan ini sangat penting sekali guna memaksimalkan fungsi gerak tubuh agar bisa normal kembali tanpa ada rasa nyeri atau keterbatasan gerak.

Terapi ini diberikan melalui latihan fisik untuk memperbaiki pergerakan tubuh, mengurangi nyeri dan kaku, mempercepat proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Seseorang yang masih muda dan produktif juga dapat memanfaatkan fisioterapi untuk membuat tubuh sehat.

“Layanan ini dibutuhkan saat kondisi tubuh dalam keadaan yang tidak normal seperti jika tubuh tidak dapat bergerak dengan sempurna, pinggang terasa sakit, leher kaku, atau ada gangguan bergerak lainnya, maka bisa jadi tubuh membutuhkan pengobatan fisioterapi,” ujar fisioterapis SPH yang kerap disapa Tya ini.

Lama waktu pengobatan dengan fisioterapi tergantung dari berbagai macam faktor. Penentuan penyakit, tingkat cedera atau gangguan, dan keadaan pasien saat ini memegang peranan penting.

Baca Juga:  Dukung Pasar Murah Disperindag, Baznas Semen Padang Salurkan Sembako

Sesi fisioterapi bisanya dilakukan 2-3 kali per minggu; namun, beberapa kondisi yang telah berlangsung lama memerlukan pengobatan yang lebih sering, tergantung dari cedera pasien. Ahli fisioterapi dapat membantu untuk belajar memakai alat bantu dan hidup dengan menggunakannya, misalnya kruk, kursi roda, bahkan kaki palsu.

Pengobatan sebaiknya dimulai lebih awal untuk mencegah terjadinya peradangan kronis, jaringan parut dan perlekatan, dimana akan memperburuk situasi tersebut.

“Nah, biasanya kita melakukan fisioterapi 6 kali baru dilakukan evaluasi dan re-evaluasi , jika tidak ada perubahan kita akan kirimkan mengenai kondisi terkini pasien kepada rehabilitasi medik, dokter spesialis syaraf, orthopedi, bedah saraf dan bidang lainnya,” kata Tya yang merupakan lulusan D3 Fisioterapi Universitas Indonesia dan dan menyelesaikan sarjananya di kampus Esa Unggul ini.

Metode yang biasa dilakukan saat fisioterapi adalah program latihan, teknik elektroterapi, serta fisioterapi manual. Program latihan adalah terapi yang termasuk dalam program ini antara lain teknik memperbaiki postur tubuh, memperkuat otot, latihan kardiovaskular dan peregangan.

Teknik elektroterapi menggunakan daya listrik. Beberapa terapi jenis ini antara lain ultrasound terapi laser, terapi diatermi, dan terapi syaraf dengan stimulasi elektrik (TEN). Sedangkan fisioterapi manual dilakukan seperti peregangan, dan pelatihan resistensi tubuh, serta mobilisasi dan manipulasi sendi.(*)

Previous article488 Orang tanpa Masker Terjaring Operasi Yustisi Wilkum Padangpanjang
Next articleFasilitas Fisioterapi di SPH Lengkap dan Canggih