Kelas Bilingual Pertemukan Ade Putri dengan Baznas Semen Padang

18
Ade Putri bersama keluarga foto bersama usai merayakan prosesi wisuda virtual Politeknik Negeri ATI Padang

Anak pertama dari dua bersaudara yang tinggal di Jalan Kampung Jua No 042 RT 02/RW 04, Kelurahan Kampung Jua, Lubukbegalung, Kota Padang itu, menceritakan awal mulanya Ia menjadi anak bimbingan UPZ Baznas Semen Padang. Saat itu tahun 2014 atau ketika masih kelas VIII SMP Negeri 24 Padang, ada program kelas unggul yang disebut dengan kelas bilingual.

Ade Putri masuk ke dalam program kelas bilingual tersebut. Kata Ade, semua siswa-siswi yang juara kelas, dan terbaik secara akademik di SMP Negeri 24 Padang, wajib untuk mengikuti kelas bilingual. Ade sebagai juara kelas saat terima rapor kenaikan kelas dari kelas VII ke kelas VIII, masuk ke dalam program kelas bilingual tersebut.

Kemudian, siswa-siswi yang terpilih masuk kelas bilingual itu diwajibkan membayar uang bulanan untuk program bilingual. Akibatnya, dirinya dan separoh siswa-siswi kelas VIII-A yang berasal dari keluarga kurang mampu, memilih untuk mengundurkan diri dari kelas bilingual, karena tidak mampu membayar uang bulanan program bilingual.

Beruntung di kelas bilingual itu ada dua orang siswa yang orangtuanya bekerja sebagai karyawan PT Semen Padang. Dan oleh orangtua dari siswa tersebut, keluhan beberapa siswa-siswi yang ingin mengundurkan diri dari kelas bilingual direkomendasikan untuk menjadi anak bimbingan UPZ Baznas Semen Padang.

Selanjutnya, semua siswa-siswi yang hendak mengundurkan diri dari kelas bilingual itu kemudian mengikuti tahap seleksi dari pengajuan permohonan hingga wawancara oleh pihak UPZ Baznas Semen Padang. “Alhamdulillah, sebanyak 12 orang dari kami lulus menjadi anak bimbingan UPZ Baznas Semen Padang, termasuk saya sendiri,” kata Ade.

Setelah lulus dari SMP Negeri 24 Padang, Ade kemudian masuk SMA Negeri 10 Padang. Kemudian, lanjut ke pendidikan tinggi di Politeknik Negeri ATI Padang. “Alhamdulillah, saya bangga menjadi bagian dari kampus Kementerian Perindustrian (Kemenperin),” ujarnya.

Baca Juga:  Bersama SIG, Semen Padang Ikuti Halalbihalal Secara Virtual

Berasal dari keluarga kurang mampu, Ade juga menuturkan bahwa sejak jadi anak asuh bimbingan UPZ Baznas Semen Padang hingga menjadi mahasiswi di Politeknik Negeri ATI Padang, dirinya selalu giat dan rajin belajar demi memperbaiki ekonomi keluarga.

“Saya merupakan satu-satunya mahasiswi yang berasal dari SMA 10 Padang. Bagi saya, kampus ini merupakan suatu pembuka jalan untuk menggapai cita-cita sekaligus memperbaiki ekonomi keluarga. Dan alhamdulillah, selama kuliah di Politeknik Negeri ATI Padang, saya termasuk mahasiswi berprestasi secara akademik dan mendapatan beasiswa prestasi di kampus,” bebernya.

Ketua Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif menyampaikan kebanggaannya terhadap Ade Putri yang telah berhasil menamatkan kuliahnya Politeknik Negeri ATI Padang dengan hasil memuaskan. “Pertahankanlah nilai-nilai kehidupan yang didapat selama ini dari UPZ Baznas Semen Padang dan jangan sampai lupa diri. Semoga, apa yang dicita-citakan Ade terwujud,” kata Arif.

Disebutkannya, program anak bimbingan tersebut merupakan bagian dari program bidang pendidikan UPZ Baznas Semen Padang dan pada program tersebut, juga terdapat lima sub program. Rinciannya, beasiswa rutin, beasiswa non rutin, lembaga pendidikan rutin, lembaga pendidikan non rutin dan beasiswa tahun ajaran baru.

“Bidang Pendidikan ini merupakan salah satu program unggulan di UPZ Baznas Semen Padang. Saat ini, ada sekitar 150 orang anak binaan UPZ Baznas Semen Padang yang tiap bulannya mendapatkan beasiswa rutin. Di samping menerima beasiswa rutin, mereka juga diberikan beasiswa tahun ajaran baru,” ujarnya.(*)