Karyawan Semen Padang Sumbangkan Plasma Konvalesen

64
Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri

PT Semen Padang berpartisipasi dalam program Plasma BUMN Untuk Indonesia yang di-launching  Menteri BUMN Erick Thohir secara virtual, Senin (8/2/2021). Dua karyawan Semen Padang menyumbangkan dua kantong plasma ke PMI Kota Padang.

Dua penyintas Covid-19 yang menjadi pendonor plasma konvalesen dari PT Semen Padang itu yakni; Rinaldi dari Unit Workshop Inkubasi Bisnis Non Semen (IBNS), dan Fhajri Anandya dari Unit Rancang Bangun.

“Donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19  PT Semen Padang ini, merupakan dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam melawan wabah Covid-19, khususnya dalam program Plasma BUMN Untuk Indonesia yang baru saja di-launching,” kata Direktur Utama PT Semen Padang, Yosviandri.

Hadir pada kesempatan itu jajaran Satgas BUMN Sumbar,  pengurus PMI Kota Padang, dan para undangan lainnya. Dari PT Semen Padang hadir Kepala Unit CSR Muhammad Ikrar, dan Staf CSR Delvi Adri.


“Semoga plasma yang didonorkan penyintas Covid-19 ini dapat membantu pasien yang kini dirawat di rumah sakit, dan dapat menjadi amal jariyah, bermanfaat bagi umat manusia,” kata Yosviandri.

Baca Juga:  Taman Kehati Tambah Anggota Baru, Rusa Totol Semen Padang Melahirkan

Kegiatan  Plasma BUMN untuk Indonesia diinisiasi Kementerian BUMN bekerja sama dengan PMI yang dilaksanakan Satgas BUMN di semua provinsi Indonesia. Untuk Kota Padang, kegiatan launching dipusatkan di PMI Kota Padang.

Proses donor plasma konvalesen dengan metode apheresis itu digelar serentak di 34 Unit Transfusi Darah (UTD) PMI se-Indonesia dan disaksikan secara daring oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melalui aplikasi zoom dari Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, donor plasma ini penting dalam menekan angka kematian di Indonesia akibat Covid-19. Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian. (*)