Inilah Prosedur Pemeriksaan Uroflowmetri di Semen Padang Hospital

17

Ada beberapa prosedur yang akan dilalui pasien dalam melaksanakan pemeriksaan uroflowmetri. Pada awalnya, pasien akan diminta untuk menyampaikan keluhan yang dirasakannya.

“Selanjutnya, pasien diminta untuk meminum beberapa gelas air putih sebelum dilaksanakannya tes pancaran urine, dan menahan semaksimal mungkin sampai kandung kemih terisi,” ujar perawat Ns. Zaituni Ilmi, S.Kep yang khusus melayani pasien pemeriksaan uroflowmetri di SPH.

Saat kandung kemih pasien rasanya sudah cukup penuh, pasien akan diminta buang air kecil di toilet yang tersedia corong khusus, yang mana alat itu terhubung dengan uroflowmetri elektronik.

“Ketika sedang buang air kecil saat tes tersebut, pasien diminta melakukannya secara normal. Nantinya, alat yang telah disediakan akan mencatat hasil dari urine pasien,” jelas perawat yang akrab disapa Mail ini.

Alat uroflowmeter ini nantinya akan mengeluarkan informasi seperti jumlah urine yang dikeluarkan, kecepatan keluarnya urine (per detik), serta waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan seluruh isi saluran kemih.

Mail juga mengungkapkan, melalui hasil dari tes tersebut, akan dibandingkan dengan standar normal dari keluarnya urine, yang juga ditentukan berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Baca Juga:  Radiologi, Cara Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatan Dalam Tubuh

“Jika pasien memiliki hasil yang di bawah standar normal, maka dapat dipastikan pasien memiliki masalah buang air kecil. Lalu, dokter akan menggunakan hasil tes uroflowmetri sebagai data objektif dan apa yang dirasakan pasien sebagai data subjektif guna memberikan diagnosis dan rencana pengobatan,” tutupnya. (*)

Previous articleSatu-satunya di Padang, SPH Sediakan Alat Uroflowmetri
Next articleRingkus TO, Polres Dharmasraya Sita Dua Paket Sabu