Dana Community Development PT Semen Padang Sasar Banyak Pilar. Apa Saja?

30
Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Oktoweri.

Penyaluran dana Comdev (Community Development) merupakan wujud komitmen PT Semen Padang terhadap lingkungan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dana Comdev juga sebagai bentuk kontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang berdasarkan triple bottom line, yang diintegrasikan dengan ISO 26000 SR, serta berdasarkan perundang-undangan.

“Selama tahun 2021, Dana Comdev kami salurkan melalui berbagai pilar kegiatan, seperti pilar sosial sebesar Rp9,57 miliar (52 persen), pilar ekonomi sebesar Rp4,95 miliar (27 persen), dan pilar lingkungan sebesar Rp 3,84 miliar (21 persen),” kata Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Oktoweri, Rabu (19/1/2022).

Dana Comdev digunakan perusahaan untuk berkontribusi dalam penyediaan sarana dan prasarana keagamaan untuk masyarakat lingkungan perusahaan. “Pada tahun ini kami membangun dua masjid di lingkungan perusahaan, yakni Masjid Bancah di Kelurahan Limau Manis Selatan, dan Masjid Jabal Tur di kawasan Bukit Putus, Padang,” beber Oktoweri.

PT Semen Padang, lanjutnya, juga memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang selalu terdepan dalam membantu masyarakat lingkungan yang ditimpa bencana alam. “Ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap korban bencana mengingat Sumbar sebagai salah satu daerah yang rawan bencana,” ujarnya.

Baca Juga:  Semen Padang Gelar Webinar Kenali Hepatitis Akut Bersama Ketua IDAI Sumbar

Sementara itu, alokasi dana Comdev PT Semen Padang melalui pilar ekonomi salah satunya disalurkan melalui Forum Nagari yang dibentuk sebagai lembaga representatif masyarakat dalam pelaksanaan program pemberdayaan di kelurahan di area ring 1 perusahaan. “Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan perekonomian masyarakat (rumah tangga miskin),” ulasnya.

Sedangkan melalui pilar lingkungan, PT Semen Padang mengalokasikan anggaran Comdev pada tahun 2021 dengan memanfaatkan hutan menjadi lahan produktif untuk pelestarian lingkungan dan peningkatan perekonomian masyarakat. “Sebanyak kurang lebih 20 KK petani Limau Manis Selatan diberdayakan melalui Program Kemasyarakatan Sikayan Balumuik,” terang Oktoweri.

Para petani itu, katanya melanjutkan, juga menggarap lahan seluas 300 ha dengan melakukan penanaman dengan sistem agroforestery. Beberapa komoditi utama yang ditanam antara lain, kopi dan karet untuk tanaman pertanian, durian, manggis, mahoni, dan surian untuk tanaman hutan.

“PT Semen Padang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bung Hatta (UBH) juga melakukan introduksi plasma nuftah ikan bilih dengan tujuan untuk memberi ruang hidup baru ikan bilih di habitat baru di Taman Kehati PT Semen Padang,” pungkas Oktoweri.(*)