Asri Mukhtar: Ikan Bilih Daya Tarik Wisatawan ke Danau Singkarak

8
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (dua dari kanan), bersama Plt Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang (dua dari kiri) dan Rektor UBH, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MB.A (paling kiri) menebar hasil pembenihan ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Senin (21/3/2022).

Penebaran hasil pembenihan ikan bilih oleh PT Semen Padang ke habitatnya di Danau Singkarak, dilakukan dalam rangka HUT ke-112 PT Semen Padang. Terkait konservasi ikan bilih dilakukan perusahaan, karena ikan bilih ini menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Danau Singkarak.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, populasi ikan bilih ini semakin menurun karena berbagai hal. Sebagai perusahaan peduli pada kelestarian lingkungan, PT Semen Padang mencoba untuk mengkonservasi ikan bilih. Bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBH Padang, konservasi ikan bilih dilakukan di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang.

“Kegiatan konservasi dimulai tahun 2018 dengan berbekal benih lebih kurang sebanyak 1.300 ekor. Alhamdulillah, ikan bilih dapat hidup dan berkembang biak. Bahkan indukan bilih yang kita pelihara ukurannya besar, ada yang mencapai 15 cm. Dan tentunya, ini merupakan keberhasilan yang sungguh membahagiakan dan membanggakan kita bersama,” kata Asri Mukhtar.

Program konservasi ikan bilih, sebut Asri Mukhtar, akan terus dilakukan, termasuk penebaran ikan bilih ke habitat Danau Singkarak yang juga terus dilakukan secara berkala. PT Semen Padang menargetkan pada tahun 2025, ikan bilih yang dikonservasi tidak hanya dikembalikan ke habitat Danau Singkarak, tapi juga bisa dikembangkan ke habitat baru.

Namun begitu, pihaknya terus berharap dukungan dari UBH. Karena, berkat dukungan UBH ini lah konservasi ikan bilih Danau Singkarak bisa berjalan sukses, sesuai dengan ekspektasi PT Semen Padang sebagai perusahaan semen yang peduli terhadap lingkungan, termasuk ikan bilih endemik di Danau Singkarak.

“Terima kasih UBH. Mudah-mudahan, apa yang telah dilakukan ini dapat membantu menyelamatkan ikan bilih dari kepunahan, dan selanjutnya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, sebagai mata pencaharian. Mari kita jaga bersama Danau Singkarak beserta keanekarahaman hayati di dalamnya, demi anak cucu kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Semen Padang Gelar Webinar Kenali Hepatitis Akut Bersama Ketua IDAI Sumbar

Sementara itu, Rektor UBH Tafdil Husni mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah melibatkan UBH dalam konservasi ikan bilih. Karena, bagi UBH sendiri, keterlibatan dalam konservasi ikan bilih murupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap sinergi UBH, khususnya LPPM melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PT Semen Padang ini dapat terus berlanjut dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti masyarakat nelayan di Danau Singkarak ini.

“Di Sumbar, hanya UBH yang memiliki Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan fakultas ini tentunya menjadi potensi bagi UBH untuk pemberdayaan masyarakat nelayan di Danau Singkarak. Seperti konservasi ikan bilih bersama PT Semen Padang ini misalnya, dapat memberikan manfaat dalam pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sebagai contohnya, sebut Tafdil, dalam penebaran ikan bilih di habitat Danau Singkarak ini. Jika dari ribuan ekor ikan bilih ini ada yang betina sebanyak 400 ekor misalnya, maka ketika bertelur ikan bilih betina tersebut akan menghasilkan telur sebanyak 2,4 juta.

“Bayangkan bagaimana besarnya dampak dari penebaran ikan bilih ini. Namun dengan catatan, masyarakat nelayan tidak boleh mengeksploitasi ikan bilih secara besar-besaran. Salah satunya, tidak boleh menangkap dengan bagan. Para nelayan Danau Singkarak diharapkan juga meniru apa yang dibuat Pemerintahan Nagari Sumpur, dalam menjaga kelestarian ikan bilih,” katanya mengingatkan. (*)