Dokter Jantung SPH: Tips Tetap Sehat Berpuasa Penderita Jantung

15
Dokter Jantung SPH, dr Eka Fithra Elfi SpJP(K)

Umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Puasa merupakan ibadah wajib yang dilakukan tanpa makan dan minum setelah sahur hingga berbuka puasa, selama 30 hari. Namun bagaimana agar penderita penyakit jantung dapat tetap sehat selama menjalani ibadah puasa?

Data dari Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) pada 2017, penyakit kardiovaskular, jantung, dan stroke menempati posisi tertinggi penyebab kematian di Indonesia. Karena itu, sangat penting bagi penderita penyakit jantung untuk menjaga kesehatan jantung mereka dengan rutin menjalani gaya hidup sehat, terutama bagi penderita penyakit tersebut selama beribadah puasa.

Menurut Dokter Jantung SPH, dr Eka Fithra Elfi SpJP(K), seorang penderita penyakit jantung tidak dilarang untuk berpuasa. Namun, mereka diharuskan selalu menjaga dan mengatur pola makan. Saat berpuasa, penderita penyakit jantung diminta untuk menghindari makanan berlemak tinggi, makanan berminyak, hingga makanan yang berkolesterol tinggi.

“Sebenarnya pola makan bagi penderita jantung ini sama saja, yakni saat Ramadhan maupun hari biasa. Namun bedanya jadwal makannya tidak sama seperti saat tidak berpuasa,” kata dokter Eka yang belum lama ini menjadi dokter spesialis jantung di SPH.

Dokter Eka mengungkapkan, tidak hanya penderita penyakit jantung yang harus menjaga pola makannya di saat berpuasa, tapi penderita hipertensi dan diabetes juga harus melakukannya. Karena dua penyakit tersebut dapat menjadi pemicu dari timbulnya penyakit jantung.

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yang penting. Tekanan darah tinggi akan menyebabkan pembuluh darah koroner (pembuluh darah yang memberi suplai darah ke jantung) mengalami aterosklerosis (penyakit penumpukan lemak di dinding pembuluh darah) dan terjadilah pembentukan plak.

Di sisi lain, pengidap diabetes juga menjadi rentan mengalami serangan jantung, meski resikonya semakin tinggi pada orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2. Hal itu karena kadar gula yang tinggi dan dibiarkan tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko penyakit jantung menyerang.

Baca Juga:  Semen Padang Raih Indonesia CSR Brand Equity dari The Iconomics

Pasalnya, glukosa berlebih yang mengalir dalam darah bisa merusak pembuluh darah dan pada akhirnya memicu serangan jantung. Kerusakan yang disebabkan antara lain terjadinya penumpukan lemak akibat kolesterol atau plak disebut dengan aterosklerosis.

Sementara itu, untuk membuat tubuh tetap sehat, selain menjaga pola makanan, Dokter Eka juga menyarankan agar penderita jantung untuk tetap melakukan olahraga selama berpuasa. Aktif bergerak dan rutin berolahraga, lanjutnya, dapat memperkuat otot jantung, menjaga berat badan ideal, dan mencegah kerusakan arteri. Selain itu, rajin melakukan olahraga juga bisa mengontrol kolesterol, gula darah, dan tekanan darah yang jadi biang penyakit jantung dan stroke.

“Penderita jantung dianjurkan tetap berolahraga baik saat berpuasa ataupun tidak, namun bukan aktivitas yang berat. Jika sedang berpuasa, olahraga yang disarankan yaitu seperti jalan atau bersepeda dengan durasi 15-30 menit. Kemudian, lakukanlah olahraga tersebut minimal 3 kali seminggu. Jadi secara total, idealnya penderita jantung diharuskan olahraga dalam seminggu itu 150 menit,” jelas Dokter Eka. (*)

Previous articleAksi Heroik Bripka Alagino Ganaro Melompat dari Motor Tangkap Jambret
Next articleDokter Spesialis Jantung SPH: Kenali Gejala & Faktor Penyakit Jantung