Usai Salat Jumat, Mine Rescue Team PT Semen Padang Diterjunkan ke Pasbar

7
Mine Rescue Team (MRT) dari Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku PT Semen Padang.

Gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumbar, Jumat (25/2/2022) pagi. Setelah Salat Jumat, PT Semen Padang langsung melepas Mine Rescue Team (MRT) dari Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku ke daerah gempa.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Oktoweri mengatakan, Mine Rescue Team diberangkatkan PT Semen Padang ke lokasi gempa, karena dampak gempa juga menyebabkan terjadinya bencana longsor. “Jadi, tim MRT ini fokus pada penanggulangan bencana longsor di Pasaman maupun di Pasaman Barat,” ujarnya.

Seperti diketahui, MRT di Tambang PT Semen Padang ini dibentuk saat acara simulasi bencana oleh Petugas Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (PKTD), November 2019 silam. Keberadaan MRT di areal tambang terus berlanjut selama operasional tambang berlangsung. Biasanya MRT standby, sehingga jika terjadi kecelakaan kerja, maka personil MRT bisa dengan cepat melakukan evakuasi.

“Personil MRT yang merupakan PKTD di areal tambang PT Semen Padang, memiliki kemampuan rescue, karena di areal tambang ini banyak potensi yang bisa terjadi. Tidak hanya potensi kecelakaan kerja, potensi bencana alam seperti longsor, gempa, juga bisa terjadi di areal tambang ini,” ungkap Oktoweri.

Baca Juga:  Serikat Pekerja Semen Padang Sumbangkan 326 Kantong Darah

Ada 10 keahlian tanggap darurat yang dimiliki oleh personil MRT, di antaranya, vertical rescue, water rescue, vertical accident rescue. Keberadaan MRT diamanatkan oleh Kepmen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 Tahun 2018. (*)