Dokter Paru SPH: Penyakit Asma Jangan Dibiarkan Semakin Parah

28

Asma Control Test (ACT), cara penilaian sederhana untuk mengetahui asma penderitanya terkontrol atau tidak.

Dokter Spesialis Paru di Semen Padang Hospital (SPH) Dr dr Masrul Basyar SpP (K) FISR menyatakan bahwa penyakit asma tidak bisa disembuhkan atau hanya bisa direda. Karena itu, untuk mengantisipasi kondisi semakin parah, maka penderitanya wajib menghindari faktor-faktor pemicu untuk eksaserbasi (serangan) seperti faktor lingkungan.

“Biasanya, dokter akan merekomendasikan inhaler sabagai pengobatan saat gejala asma muncul. Terapi inhalasi merupakan cara pemberian obat dalam bentuk aerosol dan langsung ke target organ di saluran napas,” terangnya.

Dijelaskannya, ada tiga cara kerja inhalasi yaitu:
1. Impaksi: Pergerakan dan benturan pada permukaan saluran napas yang mana partikel akan menempel pada mukosa bronkus.
2. Sedimentasi: Partikel pada mukosa bronkus karena efek gravitasi.
3. Difusi: Partikel yg sangat kecil, di alveoli

Dokter Masrul juga memberikan tips dan saran untuk menjaga kesehatan bagi penderita penyakit asma, terutama di masa pandemi yakni jangan tinggalkan obat asma. Orang dengan penyakit asma masih dapat menurunkan risiko infeksi atau mengembangkan komplikasi Covid-19 yang serius. Poin pentingnya, terus gunakan inhaler asma setiap hari sesuai resep.

Baca Juga:  Ulasannya Menarik! Iskandar Z Lubis Tampil Perdana dalam Leader’s Talk

“Ini akan membantu mengurangi risiko serangan asma yang dipicu oleh virus pernapasan, termasuk virus corona. Pastikan kita memiliki persediaan obat asma yang cukup , termasuk inhaler perawatan dan penyelamatan,” tambahnya.

Kemudian ia juga mengimbau agar penderita asma dapat mengelola stress. Dokter Masrul mengungkapkan, stres juga dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dan orang-orang dengan asma bisa sangat stres mengetahui risiko mereka terkena komplikasi Covid-19 dapat meningkat sehingga kecemasan dapat menyebabkan serangan asma, atau memperburuknya setelah kita terkena asma.

“Pasien biasanya tahu faktor atau alaergen pemicu asma mereka. Dengan menyadari hal tersebut dapat membantu mereka dalam mengelola atau bahkan menghindari serangan asma” tuturnya.(*)