dr Madona SPH: Tips Berpuasa Ibu Hamil dan Syarat yang Harus Dipenuhi

20

Dokter kandungan dari SPH, dr. Madona menyampaikan, sebelum memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya ibu konsultasikan dulu kondisi ibu dan janin untuk menilai apakah puasa aman untuk ibu dan janinnya.

Dijelaskannya, pada saat pemeriksaan, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan pada ibu dan janin, kemudian kondisi yang membuat ibu dilarang berpuasa yakni jika tekanan darah turun dan nadi meningkat, index massa tubuh ibu yang underweight (di bawah rata-rata yangt diharuskan).

Sakit kepala, pusing disertai pandangan berkunang-kunang, frekuensi berkemih yang kurang dan warna urin pekat, keringat dingin dan menggigil, pertumbuhan janin yang tidak sesuai dengan kurva penambahan berat badan janin, denyut jantung janin tidak normal, frekuensi gerakan janin berkurang, dimana normalnya minimal 10 gerakan dalam waktu 2 jam dan Volume Cairan ketuban kurang dan keruh.

“Jika ada parameter tersebut yang ditemukan pada ibu hamil, maka dokter kandungan tidak merekomendasikan ibu untuk berpuasa,” ujar dokter cantik dengan motto hidup “Bekerja dengan hati” ini.

Kemudian, dr. Madona mengungkapkan, jika memang memenuhi syarat yang disampaikan untuk dapat berpuasa, maka ia memberikan tips agar tetap bugar berpuasa selama hamil.

Beberapa tips yang bisa ibu coba di rumah :
1. Kebutuhan cairan per hari ibu hamil adalah 3 Liter. Kebutuhan harian ini penting untuk memastikan volume darah yang cukup dan juga penting untuk membantu produksi cairan ketuban. Contoh aplikatif Jadwal minum selama berpuasa yang bisa ibu coba dirumah adalah waktu sahur minum 500 cc air, saat berbuka minum 500 cc ke 2, setelah makan padat minum 500 cc ke 3 sebelum sholat tarwih minum 500 cc ke 4, sesudah tarwih 500 cc ke 5, menjelang tidur 500 cc ke 6.

2. Kebutuhan kalori tercukupi. Disini ibu perlu menentukan berapa sih indeks massa tubuh ibu. Ibu bisa hitung sendiri dengan rumus BB/(TB)2. Jika indeks massa tubuh ibu normal kebutuhan kalori ibu pada trimester I adalah 1800 kkal, trimester 2200 kkal dan timester 3 2400 kkal/hari. Jika ibu bingung dalam menghitung kalori bisa ibu konsultasikan ke dokter kandungan untuk memastikan kebutuhan nutrisi yang cukup untuk ibu dan janin.

3. Saat sahur ibu sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, sereal, ubi/kentang. Jika tidak ada boleh nasi putih biasa ditambah dengan protein hewani (ikan, tahu,tempe, daging), sayur, buah dan susu. Jangan lupa untuk meminum multivitamin yang mengandung asam folat, zat besi, calcium dan vitamin D. Karena dari hasil penelitian terhadap ibu hamil di Indonesia angka defisiensi mikronutriennya masih cukup tinggi, walaupun Indonesia adalah Negara tropis dan 2/3 nya adalah lautan namun angka defisiensi vitamin D, calcium dan asam folat masih sangat tinggi.

Baca Juga:  Hari Cuci Tangan Sedunia: Inilah Momen-momen Anda Harus Cuci Tangan

4. Hindari makanan dengan kadar gula yang tinggi dan tidak dikonsumsi bersamaan dengan minuman teh, kopi atau susu karena akan menghambat penyerapan nutrisi. Jika ingin sekali meminumnya jarak minimal 1-2 jam.

5. Hindari mengonsumsi makanan yang rendah nilai gizinya dan tinggi radikal bebasnya seperti makanan junk food atau makanan cepat saji, berpengawet dan sebagainya. Makanan ini di samping mempunyai kalori yang tinggi juga miskin mikronutirien yang ibu dan janin butuhkan. Ingat bahwa tubuh kita bukan tong sampah yang semuanya harus dimakan ibu harus pintar dalam memilih makanan yang baik untuk ibu dan janin

6. Kenali tanda alarm dari tubuh dan jangan memaksakan diri untuk tetap berpuasa jika tanda peringatan tersebut sudah ibu rasakan. Sekali lagi jangan memaksakan diri

7. Pastikan kontrol rutin ke dokter kandungan untuk melihat kondisi tumbuh kembang janin

8. Berdoa kepada Allah untuk selalu senantiasi memberikan kesehatan kepada ibu dan juga janin yang dikandung. Dan jangan lupa mengganti puasa setelah ibu sanggup atau bisa juga dengan membayar fidyah

Di sisi lain, ia mengungkapkan, untuk jadwal kunjungan bagi ibu hamil selama Ramadan tidak ada yang berbeda dengan jadwal kunjungan di luar Ramadan. Menurutnya, Antenatal care (ANC) selama hamil minimal 4 kali, 1 kali di trimester 1, 1 kali di trimester 2, 2 kali di trimester 3.

“Yang membedakan adalah sebelum memutuskan untuk berpuasa sebaiknya memeriksakan kehamilan dulu ke dokter kandungan. Jadi jika ada tanda berbahaya seperti gerakan janin yang kurang, atau komplikasi selama hamil, maka kontrol lebih sering sesuai saran dokter,” ujarnya.

Sementara itu, perempuan cantik dengan pengalaman selama 9 tahun di dunia kedokteran ini menjelaskan, Semen Padang Hospital memiliki unggulan untuk layanan Obgyn/kandungan, yakni seperti Alat canggih USG 4 dimensi, Dokter Spesialis obgyn yang ramah dan kompeten, Persalinan normal tanpa rasa sakit dan Tim operasi wanita jika ada permintaan khusus.

“Selain fasilitas peralatan yang canggih, kami berusaha untuk memberikan rasa nyaman kepada ibu hamil yang akan melahirkan di SPH,” katanya.

Terakhir, ia berpesan untuk ibu hamil yang berpuasa saat Ramadan yakni puasa disarankan pada trimester 2 kehamilan, namun jika ibu ingin mencoba berpuasa sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter kandungan apakah kondisi ibu dan janin aman untuk berpuasa.

“Jika ada kontraindikasi puasa, maka ibu jangan kekeh memaksakan diri untuk berpuasa. Kenali tanda kapan ibu harus membatalkan puasanya. Cukupi kebutuhan cairan dan kalori saat interval berbuka dan makan sahur. Saat hari raya idul fitri hati-hati dengan makanan miskin nutrisi tinggi kalori,” tuturnya.(*)

Previous articleDokter Kandungan SPH: Ibu Hamil Boleh Ikut Berpuasa Saat Ramadan
Next articleAudy: Tak Hanya Bakat, Pengusaha Itu Tangguh dan Berkolaborasi