Sayangi Ginjal, Jangan Berbuka dengan Air Es dan Makanan Cepat Saji

34

Pasien cuci darah tidak dianjurkan untuk melakukan puasa. Namun kenyataannya, banyak ditemui di masyarakat, pasien cuci darah yang melaksanakan puasa.

’’Ini kembali lagi kepada keyakinan dan konsep diri individu tersebut. Kita sebagai tenaga medis tentunya mengingatkan, mengarahkan, dan menjelaskan risikonya sehingga dapat meminimalisirnya,’’ ujar Kepala Ruangan Hemodialisa Semen Padang Hospital, Y Doni Permana.

Di sisi lain Doni menyatakan bahwa, puasa memiliki dampak positif bagi pasien cuci darah yang mampu untuk melakukan puasa. “Dengan berpuasa, pasien cuci darah secara tidak langsung dapat mengontrol diet cairan yang masuk dalam tubuh. Bahkan banyak pasien yang mengakui, karena puasa ia bisa mengontrol minumnya sehingga cairan tidak banyak menumpuk di dalam tubuhnya,” ujar Doni.

Seperti diketahui bahwa pasien cuci darah harus diet cairan secara ekstrim, karena kondisi ginjalnya yang tidak lagi berfungsi secara optimal untuk mengeluarkan sisa cairan dari tubuh.

“Jadi jika berpuasa, pasien lebih dapat mengontrol asupan cairan ke tubuh agar tidak terjadi penumpukan cairan dalam tubuh pasien yang berlebih,” jelasnya.

Namun ia menekankan, sebelum berpuasa pasien cuci darah harus berkonsultasi dulu dengan dokter.

Di sisi lain, ia juga memperingatkan tentang cara menjaga kesehatan ginjal selama Ramadan bagi orang-orang yang belum mengalami penyakit ginjal.

Baca Juga:  Wagub Audy Joinaldy Buka Bersama Petugas Posko Arus Mudik Silaut

Ia berpesan, secara umum tidak ada perbedaan menjaga kesehatan ginjal selama bulan Ramadan ataupun tidak Ramadan dari segi diet makanan, hanya saja pola kebiasaan saat berbuka puasa biasanya membuat orang yang sudah menahan haus seharian berpuasa, ada sebagian orang yang terbiasa berbuka dengan minuman yang dicampur es, padahal ini sangat tidak direkomendasikan.

“Usahakan untuk minum dengan air putih hangat atau air putih biasa (room temp) terlebih dahulu saat berbuka puasa. Kalau langsung dengan minuman dingin yang dicampur es, organ dalam tubuh akan ‘terkejut’ dan berdampak buruk pada kesehatan,” katanya.

Selain itu, di masa saat sekarang ini, banyak ditemui masakan/minuman instan yang mengandung pengawet, pewarna buatan dan bahan kimia lainnya yang dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaringnya keluar tubuh.

Maka ia menyarankan sebaiknya untuk menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi makanan instan dan selalu makan makanan dengan olahan alami.

“Jauhi juga makanan yang memicu Hipertensi dan Diabetes, karena penyakit ginjal 70 persen disebabkan dari komplikasi penyakit tersebut.

Tetap jaga kesehatan dengan membiasakan minum air mineral saat bangun tidur, olahraga teratur, serta konsultasi kesehatan secara rutin. Ingat, investasi terbesar di masa depan adalah mempunyai tubuh yang sehat,” tuturnya. (*)

Previous articlePemprov Sumbar Terima Bantuan 300 Paket Sembako dari Kuwait
Next articleSidak BBPOM di Padang, Ditemukan Takjil Mengandung Zat Berbahaya