Persyaratan Wajib bagi Penumpang yang Terbang Bersama Lion Air Group

87
Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (IST)

Grup Lion Air (Lion Air, Batik Air, Wing Air), menyampaikan informasi terbaru tentang persyaratan yang diperlukan bagi setiap calon penumpang yang akan melakukan perjalanan udara (penerbangan) selama masa waspada pandemi Covid-19.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan ketentuan penerbangan domestik ini diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Kebijakan pemerintah dalam pembatasan perjalanan mudik Lebaran 2021 terbagi dalam 3 periode, yang berlangsung sejak pekan keempat April hingga minggu ketiga Mei 2021.

1. Tahap pra-larangan mudik Lebaran 2021

Pada 22 April – 5 Mei 2021, kegiatan perjalanan masih diperbolehkan dengan pengetatan mobilitas penduduk, melalui pemberlakuan syarat hasil negatif COVID-19 yang berlaku 1×24 jam.

2. Tahap larangan mudik Lebaran 2021

Selama 6 – 17 Mei 2021, ketentuan peniadaan mudik Lebaran 2021 diberlakukan. Selama periode tersebut, perjalanan hanya diizinkan bagi mereka yang memiliki kepentingan pekerjaan, urusan mendesak, dan keperluan nonmudik tertentu.

Dalam periode ini (6-17 Mei 2021), perjalanan mudik dilarang. Di periode ini pelaku perjalanan yang termasuk dalam pengecualian larangan mudik harus membawa 2 dokumen, yakni surat negatif Covid-19 dan surat izin bepergian atau surat izin keluar masuk (SIKM) dari pihak berwenang. “Kedua dokumen ini akan diperiksa petugas di lapangan,” ujar dia.

Merujuk isi Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan addendum SE tersebut, larangan mudik dikecualikan bagi mereka yang melakukan perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, yaitu:

  1. Bekerja/perjalanan dinas
  2. Kunjungan keluarga sakit
  3. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  4. Ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga
  5. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang
  6. Kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah.
Baca Juga:  Positif Covid-19 bakal Melonjak usai Lebaran, Tempat Isolasi Dibuka

Sementara SIKM atau surat izin tertulis sebagai salah satu dokumen persyaratan untuk melakukan perjalanan, selain surat tes negatif Covid-19, terbagi dalam 3 kategori:

  1. Surat izin tertulis/SIKM bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN, pegawai BUMN/BUMD, prajurit TNI dan anggota Polri ditandatangani oleh pejabat setingkat Eselon II
  2. Surat izin tertulis/SIKM untuk pegawai swasta ditandangani pimpinan perusahaan
  3. SIKM/surat izin tertulis bagi warga umum nonpekerja maupun pekerja informal ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah.

Khusus terkait kunjungan wisata selama 6 – 17 Mei 2021, hanya dapat dilakukan oleh warga yang melakukan perjalanan di dalam kabupaten/kota domisili, atau dalam satu kawasan aglomerasi. Ini karena perjalanan lintas-batas daerah tidak diperbolehkan.

“Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.
Harap memperhatikan ketentuan hasil uji kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi tujuan para penumpang,” tegas Danang.

Ketentuan Uji Kesehatan, guna mempermudah verifikasi pengelompokan berdasarkan usia:

1. Kategori dewasa: tetap menunjukkan identitas resmi dan masih berlaku seperti KTP, Passport, SIM atau lainnya.

2. Kategori anak-anak dan balita: bagi yang belum memiliki identitas resmi, wajib menunjukkan surat keterangan seperti akte kelahiran, surat lahir, kartu keluarga atau lainnya. (*)

 

Previous articleBantu Rp 100 Juta, PLN Dukung Pembenahan Daerah Wisata Sungai Pisang
Next articleKabar Gembira, Menara Masjid Raya Sumbar Dibuka Untuk Umum