Tingkat Kesembuhan Meningkat di 399 Daerah

25
ilustrasi. (net)

Satgas Penanganan Covid-19 menyebut bahwa ada perkembangan signifikan pada tingkat kesembuhan di 399 dari 514 Kabupaten/kota terdampak dalam sepekan terakhir. Kemarin (30/9), kesembuhan mencapai angka tertinggi dengan pertumbuhan 4.510 orang mengungguli pertambahan kasus positif sebanyak 4.284 orang. Total kesembuhan nasional adalah 287.008 dengan prosentase mendekati 75 persen . Yakni 74,9 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, 77,6 persen atau 399 dari 514 kabupaten/kota memiliki tingkat kesembuhan antara 50 hingga 100 persen alias tidak ada pasien yang meninggal.

”Ini adalah hal yang baik yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar kesembuhannya bisa mencapai 100 persen. Apabila penanganan kasusnya baik dan dini, maka potensi mendapatkan kesembuhan 100 persen sangat besar,” Kata Wiku Selasa (29/9) lalu.

Meski demikian 19,3 persen atau sebanyak 99 kabupaten/kota yang memiliki persentase kesembuhan kurang dari 50 persen. Pemerintah daerah setempat diharapkan mampu untuk meningkatkan kesembuhan dan meningkatkan pelayanan kesehatan dan penanganan dini. Juga segera berkoodinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 agar bisa dibantu.

Kenaikan kesembuhan terbanyak berada di Jawa Barat (767 orang), Riau (625 orang), Banten (573 orang), Jawa Tengah (483 orang) dan Sulawesi Selatan (379 orang). Sementara dari segi persentase kesembuhan, Provinsi Maluku mencatatkan angka tertinggi 87,94 persen, Kepulauan Bangka Belitung 86,35 persen, Gorontalo 86,20 persen, Kalimantan Selatan 84,27 persen dan Jawa Timur 83,81 persen. ”Pada minggu ini Jawa Timur masuk dalam 5 besar peningkatan kesembuhan, dan ini perlu diapresiasi dan terus dijaga agar tetap tinggi angka kesembuhannya,” harap Wiku.

Sementara untuk perkembangan kasus positif mingguan secara nasional terjadi kenaikan 16,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Ada 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi per 29 September 2020, yakni Jawa Barat (1.726 kasus), DKI Jakarta (1.002 kasus), Kalimantan Timur (584 kasus), Sumatera Barat (603 kasus) dan Jawa Tengah (338 kasus).

”Di Minggu ini, Jawa Barat bertambah angka yang cukup besar dan signifikan terhadap angka kasus positif nasional. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya. Selain itu apresiasi diberikan pada Banten, Sulawesi Selatan, Riau dan Papua yang Minggu lalu masuk 5 besar pertumbuhan kasus positif nasional, kini sudah tidak lagi.

Pada kasus kematian mingguan, ada kenaikan 0,2 persen atau dari 831 kasus di minggu lalu menjadi 833 kasus kematian pada minggu ini. Dilihat per provinsi, jika dibandingkan minggu lalu, Jawa Tengah masih masuk kedalam 5 besar tertinggi per 29 September 2020. Sedangkan DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah berhasil menekan angka kematian dalam sepekan.

Baca Juga:  Terjunkan Tim Task Force Tekan Kasus

”Untuk Jawa Barat, Banten, Riau, dan Kalimantan Timur terjadi kenaikan angka kematian yang cukup signifikan dan masuk dalam 5 besar,” lanjut Wiku. Lalu, 384 kabupaten/kota atau 74,7 persen dari 514 kabupaten/kota terdampak di Indonesia memiliki tingkat kematian antara 1 – 10.

”Terima kasih kepada 384 kabupaten/ kota ini yang telah berhasil menekan angka kematian, karena setiap angka adalah nyawa. Dan, kita harus betul-betul bisa menekan angka kematian ini dengan baik. Kami mohon agar seluruh kabupaten/ kota memiliki target yang sama, agar kematiannya nol,” tegas Wiku.

Selain itu masih ada 20 kabupaten/ kota yang memiliki angka kematian lebih dari 100 orang. Di antaranya, Kota Surabaya, Kota Semarang, Jakarta Pusat, Sidoarjo, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kota Makassar, Jakarta Selatan, Kota Medan, Gresik, Jakarta Utara, Kota Palembang, Kota Balikpapan, Kota Malang, Kota Banjarmasin, Demak, Pasuruan, Kota Manado, Kota Mataram dan Kudus.

”Mohon agar memperhatikan kasus dengan gejala sedang dan berat agar dapat ditangani sedini mungkin. Dan, masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 segera ke dokter dan dapat ditangani segera sebelum bertambah parah,” pesan Wiku.

Per 27 September 2020, kabupaten/ kota dengan kategori zona merah atau risiko penularna tinggi naik dari 58 menjadi 62 kabupaten/ kota. Zona oranye atau risiko penularan sedang naik dari 304 ke 305, Zona kuning atau risiko penularan rendah naik dari 111 ke 112, zona hijau terdiri dari tidak ada kasus baru turun dari 21 menjadi 19 dan tidak terdampak turun dari 20 menjadi 16.

Selain itu, ia membeberkan ada 28 kabupaten/ kota yang berhasil menurunkan risiko dari zona merah menjadi zona oranye. Tersebar di 15 provinsi. Apresiasi diberikan kepada 5 kabupaten/ kota yang pada pekan lalu turun dari zona merah menjadi zona oranya. Yakni, Kota Probolinggo, Lahat, Aceh Selatan, Kotabaru, dan Kota Waringin Timur.

Namun masih terdapat 5 kabupaten/kota yang Minggu lalu berada di zona merah dan belum dapat menurunkan zona risikonya. Ialah, Kota Tangerang, Kota Pekalongan, Kota Cirebon, Jakarta Selatan dan Kutai Kertanegara. ”Kami mohon agar dapat menurunkan zona risikonya, sampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 apabila memerlukan bantuan,” imbau Wiku.

Di samping itu, ada 29 kabupaten/kota lainnya tersebar pada 15 provinsi, yang berhasil menurunkan zona risiko dari oranye menjadi kuning. Namun masih terdapat 8 kabupaten/ kota yang pada pekan lalu mendapat perhatian dan belum bisa menurunkan zona risikonya di antaranya, Meybrat, Halmahera Barat, Bulukumba, Minahasa Tenggara, Sukamara, Nias Utara, Yalimo dan Sinjai. (tau/jpg)