Kekhawatiran Pakar Epidemiologi Terbukti, Agam Catat Kasus Pertama

Jejaring riwayat kontak berdasarkan kabupaten dan kota di Sumbar yang dihimpun Tim Kewaspadaan Covid-19 Unand per 30 April 2020. Belum termasuk data Padangpanjang dan Agam. (Infografis: Dok. Evaluasi PSBB Sumbar)

Kekhawatiran Pakar Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Andalas Dr. Defriman Djafri terhadap daerah yang masih nol laporan pasien Covid-19, terbukti.

Setelah Kota Padangpanjang, dia memperkirakan daerah yang perlu diantisipasi adalah Kabupaten Agam.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengungkapkan, pada Jumat (1/5/2020), tercatat ada tiga penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Payakumbuh.

Namun setelah dilakukan kajian dan koordinasi, ternyata salah seorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah warga Padang Tarok, Baso, Kabupaten Agam. Seorang pria berusia 60 tahun, berprofesi sebagai tukang ojek.

“Memang KTP-nya di Payakumbuh, tapi dia tinggal dengan dua orang anaknya di Padang Tarok, Agam. Anaknya juga akan dilakukan test swab,” sebutnya, Sabtu (2/5/2020).

Dengan demikian, katanya, Kota Payakumbuh hanya terjadi penambahan 2 kasus positif dan Kabupaten Agam 1 kasus positif Covid-19.

“Ini kasus pertama di Kabupaten Agam yang sebelumnya nol kasus,” tukas Jasman.

Waspada Tinggi
Sebelumnya, Pakar Epidemiologi Dr. Defriman Djafri mengungkapkan setelah Kota Padangpanjang, enam daerah yang belum ada laporan positif Covid-19 mesti waspada tinggi.

Perlu dilakukan deteksi dini secara masif, dan memperketat pengawasan pembatasan gerak perjalanan. Apalagi sudah terjadi beberapa kasus penularan antar-kabupaten dan kota.

“Waktu itu saya ingatkan, Padangpanjang yang sebelumnya nol. Ternyata kemarin benar, langsung “meledak” 13 kasus (tenaga kesehatan positif Covid-19, red),” ujar doktor bidang Epidemiology dari Prince of Songkla University, Thailand ini.

Dijelaskannya, 13 tenaga kesehatan itu sebelumnya pernah kontak dengan seorang ibu hamil di RSUD Padanpanjang, sebelum dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

“Saya juga cemaskan Agam yang masih menganggap nol kasus. Ternyata, kasus yang di Payakumbuh itu, salah satunya sering bolak-balik ke Agam,” ingat dosen lulusan S1 dan S2 Kesehatan Lingkungan dan Epidemiologi Universitas Indonesia ini.

Oleh karena itu, setelah Kota Padangpanjang, Defriman memperkirakan daerah yang perlu diantisipasi dari sekarang adalah Agam.

“Saya sudah minta ke Pak Gubernur, tolong sampel swab-nya harus banyak, kalau bisa 100-200 sampel supaya banyak ditemukan yang positif,” katanya dalam diskusi Kawal Covid-19 Sumbar yang diikuti Rektor Universitas Yarsi Prof Fasli Jalal, Dekan FISIP Unand Dr. Alfan Miko, Pakar Komunikasi Unand Emeraldi Catra, Pengamat Hukum Unand Feri Amsari, Inisiator Kawal Covid-19 Sumbar Sari Lenggogeni dan Yul Akhyari Sastra, dan lainnya, Jumat (1/2/2020) malam.(esg)