Waspada! Hampir 50% Pasien Covid-19 di Sumbar Berusia 20-29 Tahun

Jejaring riwayat kontak berdasarkan usia pasien di Sumbar yang dihimpun Tim Kewaspadaan Covid-19 Unand per 30 April 2020. (Grafis: Evaluasi PSBB Sumbar)

Para remaja hingga dewasa muda harus lebih waspada dan memperhatikan aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), demi mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Pasalnya, dari data yang dihimpun Tim Kewaspdaan Covid-19 Universitas Andalas Padang terungkap, 41,89% warga terinfeksi virus korona (Covid-19) di Sumbar, didominasi para remaja hingga dewasa muda. Rentang usianya 20-29 tahun.

Hal tersebut diungkapkan Pakar Epidemiologi Unand, Dr Defriman Djafri, Sabtu (2/5/2020) berdasarkan hasil analisis jejaring riwayat kontak 148 kasus positif Covid-19 di Sumbar per Kamis (30/4/2020).

Dia menjelaskan di awal-awal kasus positif Covid-19 di Sumbar, lebih banyak didominasi orang tua dengan usia 50 tahun ke atas.

Namun, belakangan semakin menunjukkan tren peningkatan angka kasus positif didominasi usia remaja hingga dewasa muda.

“Ini menarik juga. Berdasarkan usia, 41,89 persen bahkan hampir 50 persen data pasien positif Covid-19 di Sumbar itu 20 sampai 29 tahun,” ungkap Defriman saat wawancara daring melalui kanal IJTI Sumbar, Sabtu (2/5/2020).

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand ini menambahkan, salah satu indikasi banyaknya para remaja hingga dewasa terinfeksi Covid-19 tersebut, diduga karena banyak yang melakukan pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain.

“Tapi ini perlu dilihat lagi, apakah yang muda ini sembuh semua atau ada yang meninggal. Selama ini rata-rata yang meninggal itu kan usia 50 tahun ke atas dan ada riwayat penyakit lain,” terang doktor bidang Epidemiology dari Prince of Songkla University, Thailand ini.

Selain itu, Defriman memaparkan, setelah rentang usia 20-29 tahun, kasus positif Covid-19 di Sumbar juga banyak didominasi usia 30-39 tahun dengan presentase 14,86 persen.

Lalu, usia 40-49 tahun sebanyak 12,16 persen, usia 50-69 tahun juga sebanyak 12,16 persen, dan usia 60-69 tahun sebanyak 10,14 persen.

“Selebihnya, usia 0-10 dan 10-19 tahun hanya 2,03 persen, usia 70-79 tahun 3,38 persen, serta usia 80-89 tahun sebanyak 1,35 persen,” papar Defriman.

Defriman yang tergabung dalam Tim Kewaspadaan Covid-19 Unand bersama Ade Suzanna Eka Putri dan Yudi Pradipta itu, juga menyampaikan bahwa tenaga kesehatan dan pegawai yang bekerja di institusi pelayanan kesehatan sangat berisiko tertular.

“Penting bagi pemerintah untuk memastikan tersedianya APD (alat pelindung medis) bagi tenaga kesehatan seperti pelayanan medis, tracing kontak ke lapangan, penanganan jenazah,” katanya.(esg)