Recov Talk Dalami Germas Antisipasi Covid-19

76

Dua hari jelang Idul Fitri, kelompok mahasiswa FMIPA Unand yang tengah KKN Tematik Cegah Covid-19 mengadakan sebuah Webinar, pertemuan online lewat media Zoom.

Recov Talk Session 1 ini menghadirkan praktisi kesehatan layanan primer dari Fakultas Kedokteran Unand, dr.Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed, PhD.

Sebanyak 82 partisipan telah bergabung kedalam ajang Recov Talk yang dimoderatori, Dr. Henny Herwina, Dosen Jurusan Biologi FMIPA Unand.

Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sendiri merupakan program dari Kementerian Kesehatan yang sebenarnya sudah dibentuk sebelum munculnya Pandemi Covid-19 ini.

Berbagai gerakan Germas sangat penting untuk dipahami lebih baik lagi oleh masyarakat, terutama dengan adanya Pandemi Covid-19 yang meresahkan masyarakat Sumbar, Indonesia dan dunia ini.

Sampai akhir bulan Mei ini jumlah kasus masyarakat positif terus bergerak naik, bahkan dua hari sebelum lebaran mencapai puncak tertinggi untuk kasus positif dalam satu hari yang mendekati angka 1.000.

Kabar baiknya, walaupun angka positif meningkat, tetapi angka kematiannya menurun. Hal tersebut memberikan harapan baik bahwa walaupun angka positif meningkat, namun tidak menyebabkan kematian pada setiap kasus positif tersebut.

Untuk menambah pemahaman audiens, pada dialog ini kembali dibahas cara penularan Covid-19.

Untuk mengurangi angka kematian akibat Covid-19 masyarakat disarankan menjaga kesehatan lebih baik dari sebelumnya agar jangan sampai menderita penyakit hipertensi, ginjal, gula dan penyakit penyerta lainnya bagi yang belum sakit sedangkan bagi yang sudah sakit, disarankan untuk kontrol secara teratur.

Karena Covid 19 sangat cepat mutasinya, Dr. Nur memprediksikan bahwa vaksin yang spesifik Indonesia tidak begitu mudah untuk segera ditemukan, sehingga masyarakatlah yang diharapkan diedukasi, diarahkan selalu untuk memiliki sikap hidup agar terhindar dari penularan.

Beberapa langkah yang diarahkan adalah menjaga kebersihan personal dan kebersihan rumah (menjadikan sebuah kebiasaan untuk sering mencuci tangan di air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, meghindari interaksi fisik dengan orang lain terutama orang yang memiliki gejala sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, memakai masker, menjaga jarak aman, langsung mandi dan ganti baju setelah keluar rumah).

Selanjutnya, masyarakat harus bergerak untuk upaya meningkatkan imunitas diri (melalui konsumsi gizi yang seimbang, olahraga ringan, berjemur di pagi hari, istirahat yang cukup, tidak merokok, mengkonsumsi suplemen vitamin (jika perlu) dan tetap tenang menyikapi informasi dan situasi terkini).

Tak kalah pentingnya dalam upaya mencegah tersebarnya Covid ini, adalah peran serta kepala jorong/ wali nagari / lurah/ kepala desa, ninik mamak, karang taruna, PKK dan keluarga.

Peran serta yang diharapkan adalah berembuk dan mengajak masyarakat agar mematuhi protokol yang diarahkan pemerintah mengurangi penyebaran Covid-19.

Harapannya, ketika jumlah virusnya sudah berkurang, maka kegiatan bisa dilakukan lagi dengan tetap mamatuhi protokol cegah Covid-19 yang ada. Sebab, upaya untuk meyakinkan masyarakat sangat tergantung pemimpin lokal, terutama tingkat RT, RW, jorong, desa/ nagari/ kelurahan untuk terus mengedukasi dan bimbingan kepada masyarakat serta mampu menerapkan sanksi untuk pelanggaran protokol yang ada. (rel)