Dokter Rony: Waspadai Kanker Payudara, Jangan Terlambat Menyadarinya

17

Dokter Spesialis Bedah Onkologi di SPH, dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk

Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut. Dokter Spesialis Bedah Onkologi dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk mengungkapkan, kanker disebabkan perubahan sel satuan terkecil dari tubuh manusia, namun perubahan sel tersebut sifatnya tidak mengikuti aturan yang berlaku.

“Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul hingga membentuk benjolan, lalu bisa menyebar ke jaringan yang sehat, kelenjar getah bening, atau ke organ lain,” ujar dr Rony.

Salah satu istilah yang sering disebut saat berbicara kanker adalah metastasis. Metastasis merupakan penyebaran sel kanker dari organ asalnya, dalam hal ini payudara, ke tempat lain. Metastasis dapat terjadi melalui beberapa cara, seperti melalui aliran darah, aliran getah bening, ataupun secara langsung. Peran metastasis sangat penting dalam mendiagnosis kanker dan penanganan kanker payudara.

“Dalam mendiagnosis kanker payudara, dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan benjolan, serta melihat apakah ada keterlibatan kelenjar getah bening, dan adanya penyebaran pada organ lain,” jelas dokter Rony.

Dokter Rony mengungkapan, sebaiknya setiap wanita memeriksakan diri agar terhindar dari risiko terkena kanker tersebut. Ia bahkan mengimbau agar setiap 7-10 hari sesudah hari pertama haid melakukan pemeriksaan mandiri pada payudaranya.

“Perbedaan umur dengan semakin meningkatnya usia, maka risiko kena kanker payudara juga semakin meningkat. Bahkan saat seseorang telah berusia 40 tahun, maka ia harus lebih intens memeriksakan diri baik secara medis maupun secara mandiri. Jika ditemukan adanya benjolan, atau nyeri-nyeri yang tidak lazim, maka harus diperiksakan ke dokter. Jangan malu dan takut karena akan mengancam nyawa jika sudah terlambat,” jelasnya.

Baca Juga:  Vaksinasi Covid-19 di Sumbar Banyak Kendala, Tapi Tetap Optimistis

Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan di Semen Padang Hospital. Ia mengungkapkan, SPH memiliki keunggulan dalam layanan onkologi, termasuk di dalamnya untuk kasus kanker payudara.

Berbagai keunggulan SPH antara lain:
1. SPH memiliki alat diagnostik canggih seperti Mammografi dan CT Scan. Mammografi dapat digunakan sebagai alat screening dan mampu mengenal benjolan yang masih berukuran kecil.

2. Mampu melakukan operasi kanker payudara dengan tetap mempertahankan payudaranya jika kanker ditemukan masih dalam keadaan kecil dan memenuhi syarat-syarat tertentu.

3. Memiliki alat diagnostik pasti seperti Laboratorium Patologi Anatomi dan tindakan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Dokter Rony mengatakan, kasus kanker payudara masih cukup tinggi, terutama di Indonesia. Menurut data Laboratorium Patalogi Anatomi tahun 2003-2007, ada frekuensi sekitar 26-28 persen penderita kanker payudara yang datang untuk melakukan pengobatan. Sementara angka kematiannya berada pada angka 20/100.000 penderita.

Selain itu, berdasarkan laporan WHO melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (The International Agency for Research on Cancer/IARC) yang terbit Desember 2020, jumlah penderita baru di Indonesia mencapai hampir 400.000 kasus selama 2020; dan 54 persen kasus terjadi pada perempuan.

Kemudian menurut perkiraan statistik, ada sekitar 23.150 kasus baru di Indonesia setiap tahunnya, namun angka tersebut tidak pasti, karena banyak juga kasus yang penderita kanker payudara tidak datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.

“Karena itu, jangan sampai terlambat memeriksakan diri ke rumah sakit agar terhindar dari kanker payudara. Periksa sedari dini jika perlu. Bahkan pemeriksaan mandiri juga dapat dilakukan, silakan cek saja panduannya di website Kemenkes atau situs kesehatan lainnya. Selain itu, sebisa mungkin hindari juga faktor risiko dari luar agar tidak menyesal di kemudian hari,” tuturnya.(*)

Previous articleHendri Pangaribuan Gantikan Yendril Pimpin Gapensi Padang
Next articleAndre Minta Menteri BUMN Percepat Pengalihan Lahan PTBA di Sawahlunto