Supardi: Tambah Lokasi Karantina dan Segera Buat SOP Isolasi Mandiri

48
Ketua DPRD Sumbar Supardi

Terus meningkatnya penderita Corona di Sumatera Barat, bahkan 4 daerah sudah masuk zona merah dan 14 daerah masuk zona orange, DPRD Sumbar memandang perlu penambahan tempat karantina.

“Saya mengimbau kepada pemprov untuk berkordinasi dengan Pemko dan Pemkab agar menambah tempat karantina bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Situasi menunjukkan perkembangan pesat dan perlu antisipasi. Selain itu kami memandang perlu adanya SOP untuk warga kita yang positif jika ingin isolasi mandiri, sehingga tidak menularkan pada penghuni lainnya yang ada dalam satu rumah,” ujar Ketua DPRD Sumbar Supardi, Minggu (4/10/2020).

Pemerintah provinsi sebut Supardi, jangan lagi beralasan anggaran terbatas dengan adanya penambahan tersebut, karena untuk kepentingan masyarakat DPRD Sumbar siap untuk mem-back up dalam hal alokasi anggaran.

Soal standar prosedur operasional (SOP) isolasi mandiri, hal itu juga sangat penting saat ini, agar pasien corona tidak menularkan pada keluarga lainnya dalam satu rumah.

Menurut Supardi, kediaman atau rumah yang layak untuk dijadikan tempat isolasi mandiri, harus memiliki MCK sendiri dalam kamar orang yang melakukan isolasi. Sehingga ia tidak meninggalkan tempat dan berbaur dengan penghuni rumah lainnya, baik anak, istri atau siapa saja yang ada dalam rumah tersebut.

Dia juga meminta, agar pemprov tegas melarang seseorang untuk isolasi mandiri, jika standarisasi kediamannya tidak sesuai dengan protokol kesehatan, karena akan sulit memutus mata rantai penyebaran, jika yang terpapar masih tetap melakukan komunikasi dan interaksi social, meskipun dengan keluarganya sendiri.

Baca Juga:  171 Orang Sembuh, Warga Diimbau Tetap Konsisten Protokol Kesehatan

“Jika tidak ada lagi gedung pemerintah, masih banyak wisma atau penginapan lain bisa disewa untuk lokasi karantina. Jadi, bagi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas layak untuk isolasi mandiri, pemprov tegas membawa si pasien ke lokasi karantina,” ujar Supardi lagi.

Corona bukan politis, tapi nyata dan sudah banyak yang terpapar. Semua pihak harus mendukung pengentasannya.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Menyampaikan Laporan Sementara Hasil Pemeriksaan Sample Spesimen Covid-19, Minggu 4 Oktober 2020, sampai pukul 09.00 WIB. Ditemukan 224 warga Sumbar terkonfirmasi terjangkit wabah virus corona.

Hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh penanggung jawab Laboratorium Andani Eka Putra, bahwa dari 3.569 spesimen (pemeriksaaan di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand 3.384 spesimen dan Laboratorium veteriner Baso Agam 185 spesimen) didapat  hasil sementara  224  orang terkonfirmasi positif dan sementara sembuh 106 orang.

Dari 224 ditemukan hasil positif, Kota Padang terbanyak yaitu 158 kasus. Disusul Kota Bukittinggi 17 Orang, Kabupaten Pesisir Selatan 16 orang, Kota Padangpanjang 11 orang. Selanjutnya di Kota Pariaman 10 orang, Kabupaten Agam 9 orang.

Pemeriksaan di BIM 3 orang. Kabupaten Kepulauan Mentawai 2 orang. Kabupaten Sijunjung 4 orang. Kabupaten Tanahdatar 3 orang. Kabupaten Limapuluh Kota 3 orang, Kota Solok 2 orang, Kabupaten Padangpariaman 2 orang, Kabupaten Pasaman 1 orang dan Kota Payakumbuh 3 orang. (fwp-sb)