Pertahanan Utama Lawan Covid-19: Pakai Masker dan Sering Cuci Tangan

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (foto:ist)

Pasien positif terinfeksi virus korona (Covid-19) di Indonesia, Minggu (5/4) bertambah 181 orang sehingga totalnya menjadi 2.273 orang. Sedangkan pasien sembuh 14 orang sehingga totalnya 164 orang, dan pasien meninggal bertambah 7 orang sehingga total 198 orang.

“Ini gambaran yang kita yakini bahwa di luar masih terjadi penularan, masih ada kasus positif tanpa gejala di tengah-tengah kita. Masih ada sebagian dari kita yang tidak menyadari bahwa kita rentan tertular, sehingga masih ada yang belum berjaga jarak, masih belum memakai masker, belum rajin dan disiplin cuci tangan dengan sabun,” jelas Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (5/4).

Untuk mencegah penularan Covid-19, masyarakat diminta memakai masker terutama setiap keluar rumah. “Oleh karena itu mulai hari ini sesuai rekomendasi WHO kita pakai masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” tegasnya.

Dijelaskannya, masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. Sementara untuk masyarakat bisa menggunakan masker kain sebagai pencegahan.

Menurutnya, masker kain dipakai tidak lebih dari 4 jam, setelah itu harus dicuci menggunakan sabun.

“Masker kain bisa dicuci. Kami menyarankan penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam, kemudin direndam di air sabun, kemudian dicuci. Ini upaya kita dalam mencegah penularan di samping cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa 90 persen penularan virus melalui mata, hidung dan mulut.

Droplet atau percikan cairan dari batuk dan bersin yang membawa virus tidak sengaja tersentuh oleh tangan yang kemudian mengusap mata, hidung dan mulut.

Oleh karena itu, menurut Wiku, pertahanan utama yang diperlukan adalah menggunakan masker kain tiga lapis dan sering mencuci tangan. Lalu, jara jarak komunikasi minimal dua meter.

“Masker kain tiga lapis dapat menangkal virus hingga 70 persen. Masker harus menutupi hidung hingga dagu dan tidak longgar. Bisa dijahit manual atau dengan mesin. Harus dicuci secara rutin,” ingatnya.

Selain itu, pertahanan berikutnya yang perlu dilakukan untuk melawan Covid-19 adalah perilaku hidup bersih seperti selalu mandi seusai bepergian.

Dia juga mengingatkan jika tidak ada kegiatan penting di luar, lebih baik di rumah saja. Belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah.

“Solusi terbaik melawan covid, kita harus memiliki solidaritas. Saling mengingatkan agar selalu pakai masker dan cuci tangan. Membagikan masker kepada sesama kita, saudara dan teman kita serta banyak menyediakan tempat cuci tangan di fasilitas umum,” imbaunya.(esg)