Tahun Depan Apakah Masih Pandemi? Ini Pesan Epidemiolog

170

Di tengah semakin tingginya jumlah warga terpapar virus Covid-19 yang kini telah bermutasi ke varian baru, pemerintah telah mengambil kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan skala mikro.

Epidemiolog dari Universitas Andalas Padang Defriman Djafri berharap pada saat PPKM diterapkan, pemerintah bersama stakeholders terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai saluran media.

Untuk itu, pemda harus all out dari sisi tenaga dan dana serta komponen yang ada. Kalau tidak terus dilakukan edukasi, pekerjaan yang berulang, “gas dan rem” tidak habis-habisnya.

“Saya mengingatkan, inilah yang sebenar-benarnya bekal untuk akan datang. Ketika proses adaptasi itu berjalan, masyarakat kita siap dan cerdas menghadapi pandemi dan varian-varian mutasi yang kita tidak bisa prediksi akan datang,” ujar Defriman Djafri dalam GWA Kawal Covid-19 Sumbar, Rabu (7/7/2021).


Dia juga mengingatkan agar jangan ada lagi narasi kalau mengedukasi, memberikan informasi dan dialog serta komunikasi dianggap tidak efektif saat ini. Upaya-upaya apa yang sudah dilakukan dan dirasakan, perlu dilakukan berulang-ulang.

“(Namun) Kenyataan kita tidak mau belajar dari sebelumnya. Terkadang kita tidak sadar apa “bottleneck” yang harus benar diperkuat untuk menghadapi pandemi ini. Jawabannya cuma satu, yakni beradaptasi dengan cerdas. Manusia atau masyarakat harus dibekali,” tukasnya.

Saat ini, kata Defriman yang juga Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas ini, kita tidak bisa menduga kapan pandemi ini berakhir. Semua model yang dibuat tidak tepat mengestimasi dengan akurat.

Baca Juga:  Tiga Provinsi Siap Bantu Oksigen, Tambahan Vaksin Dijanjikan Agustus

“Mungkin dulu kita mengira, tahun ini pandemi berakhir, ternyata apa yang kita lihat sekarang, apa yang terjadi dulu, lebih parah kondisi saat ini. Pertanyannya, apakah tahun depan pada bulan yg sama kita akan seperti ini lagi? Kita tidak bisa menduga, bisa lebih parah lagi atau sebaliknya,” ungkapnya.

Menurutnya, virus akan bermutasi sesuai dengan perilaku host-nya. Perang dalam memutus mata rantai dan risiko penularan harus terus dilakukan.

Manusia sebagai penjamu (host) pembawa virus harus ditempatkan mereka sebagai objek yang harus dididik meningkatkan pemahamannya terkait risiko pandemi.

“Di sisi lain, juga sebagai subjek yang punya tanggung jawab memberikan informasi yang benar terhadap risiko Covid-19 kepada orang lain,” pesan doktor jebolan Epidemiology Universitas Prince of Songkla Thailand ini.

Ingatkan Pengendalian Cepat

Pada Mei lalu, Defriman juga telah  mengingatkan para pengambil kebijakan agar tidak terlambat mencegah atau mengantisipasi lonjakan kasus positif dan kematian yang sudah terjadi sejak April.

Ketika itu, ruangan rumah sakit terbesar Sumbar RSUP M Djamil Padang sudah penuh. Kondisi yang sama akan terjadi pada RS lainnya jika langkah pengendalian tidak cepat dilakukan.(esg)

Selengkapnya di link berikut ini:Ruang Covid RSUP Penuh, Epidemiolog Ingatkan Lagi Upaya Pengendalian )