Lanyalla: Bantu Tenaga Kesehatan dengan Selalu Mematuhi Prokes

48

Seorang dokter radiologi, dr Sardjono dan istrinya meninggal dunia akibat virus korona (Covid-19). Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berduka atas peristiwa ini.

“Meninggalnya dr Sardjono dan istrinya, ibu Martini menjadi pukulan keras dan pengingat bahwa korona itu memang benar nyata,” ujar Lanyalla di Surabaya, Selasa (08/12/2020) dalam agenda pemantauan Pilkada di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Oleh karena itu, Lanyalla berharap masyarakat tidak menganggap enteng pandemi korona. Apalagi bagi pihak-pihak yang menyebut korona hanya sebuah konspirasi.

“Duka bagi keluarga yang meninggal akibat korona harusnya menjadi pelajaran bagi yang menganggap pandemi korona itu merupakan konspirasi kelompok tertentu,” sebut Lanyalla.

Senator asal Dapil Jawa Timur ini menyampaikan duka cita atas meninggalnya dr Sardjono pada Rabu pekan lalu, yang kemudian disusul kematian istrinya selang beberapa jam. Lanyalla mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Kami DPD RI menyampaikan duka cita atas meninggalnya dr Sardjono dan istri. Ini kehilangan besar bagi dunia medis,” ucapnya.

Dr Sardjono sebelum meninggal dunia sempat isolasi mandiri di rumah selama sepekan. Namun karena kondisi terus memburuk, dr Sardjono kemudian dibawa ke RS Moh Noer Pamekasan, namun nyawanya tak dapat ditolong.

Baca Juga:  AYANI Women and Children Diresmikan, Fokus Layani Ibu Hamil dan Janin

Berdasarkan informasi, dr Sarjono sedianya akan dirujuk ke rumah sakit lain di Surabaya. Namun karena rumah sakit di Surabaya penuh, tak ada rumah sakit yang bisa menerima almarhum.

Lanyalla menyesalkan kejadian ini. Ia berharap pemerintah daerah juga siap menangani pasien-pasien korona.

“Pemda bisa membuka lokasi-lokasi tertentu menjadi rumah sakit darurat. Dengan begitu, semua pasien korona bisa tertangani dengan baik,” kata Lanyalla.

Lanyalla kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Dengan berkurangnya pemaparan virus korona, kata Lanyalla, masyarakat bisa membantu tenaga kesehatan yang sedang berjuang di garda terdepan melawan Covid.

“Kita lihat di daerah banyak sekali rumah sakit penuh karena banyaknya pasien Covid. Dengan patuh terhadap protokol kesehatan, masyarakat bisa membantu tenaga kesehatan dengan menekan laju penularan korona,” ucap mantan ketua umum PSSI ini. (rel)