FPK UNP Kenalkan Metode Pencegahan Dini Penyakit Stroke di Pariaman

19

Guna mengantisipasi gejala penyakit stroke, segenap Dosen Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pauh Barat, Kota Pariaman. Pengabdian ini berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2022.

Adapun pengabdian yang dikenalkan kepada masyarakat setempat yaitu Deteksi Dini Stroke dengan media Berbasis Audio Visual. Dosen yang terlibat antara lain Mikeasmaria, Hilmayessi, dan Hidayati.

“Kegiatan ini bertujuan mendukung program nasional dari Kementerian kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan mengingat banyaknya penderita diabetes dan hipertensi serta meningkatnya kejadian penyekit stroke di Wilayah kerja Puskesmas Pariaman salah satunya Desa Pauh Barat,” sebut Mike lewat keterangan pers, Jumat (9/9).

Kebiasaan dan pola hidup masyarakat, sambung Mike, membuat penderita diabetes dan hipertensi tetap menempati urutan penyakit yang tinggi di Desa Pauh Barat. Berbagai edukasi sudah dilakukan untuk mencegah kejadian hipertensi dan diabetes, tapi tidak begitu mempengaruhi kebiasaan masyarakat.

“Jika ini terus dibiarkan maka setiap waktu penderita hipertensi dan diabetes memiliki ancaman kecacatan akibat stroke bahkan kematian,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Mike dan akademisi UNP di sana, meliputi tiga kegiatan secara bertahap yaitu, edukasi soal pola hidup sehat pada pasien, edukasi deteksi dini stroke pada pasien dan keluarga, serta pelatihan deteksi dini stroke pada kader.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi baik dari komunitas hipertensi dan diabetes yang umumnya kelompok lansia. Kegiatan ini juga menghidupkan suasana posyandu lansia yang sempat vakum selama Pandemi Covid-19, serta memberikan metode promosi kesehatan yang mudah dicerna oleh masyarakat awam.

Baca Juga:  Poltekkes Kemenkes Padang Wisuda 573 Sarjana, Target 2023 jadi Satker BLU

“Edukasi yang berikan juga bersifat protektif terhadap penularan covid-19, karena video bisa menjadi panduan dalam kegiatan pencegahan stroke secara langsung di rumah tanpa harus pergi ke luar rumah untuk memperoleh edukasi kesehatan,” katanya.

Peserta pengabdian masyarakat juga mendapatkan video inovasi pola hidup dengan kebiasaan hidup sehat pada pasien, serta edukasi deteksi dini strokemetode FAST.

“Video yang diberikan bisa di lihat kembali oleh peserta dirumah, terutama bagi peserta yang memiliki telpon seluler tipe android. Video juga bisa di lihat bersama keluarga maupun dengan teman sesama peserta bagi peserta yang tidak memiliki android,” paparnya.

Menurut Mike, kesadaran memang harus dimulai dari diri sendiri, namun kebersamaan untuk mencegah penyakit stroke merupakan tanggung jawab bersama.

Ketua Kader Penyakit Tidak Menular (PTM) Desa Pauh Barat, Yenni Armanita menyampaikan, kegiatan pengabdian masyarakat dari dosen FPK UNP ini memberikan manfaat besar terutama dalam mewujudkan salah satu program PTM dalam pencegahan Stroke.

“Tentunya kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat diharapkan oleh masyarakat guna mencegah penyakit yang beresiko tinggi terutama pada Komunitas Diabetes dan Hipertensi,” sebutnya.(ryp)