dr Rizki: Covid-19 Menjadikan Kita Sendentary. Apa Bahayanya?

47

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat dituntut untuk terus menjaga imun tubuh. Salah satunya, dengan rutin melakukan latihan fisik, dan berolahraga.

Untuk mendukung agar masyarakat latihan fisik dan olahraga secara teratur, PT Semen Padang menggelar webinar dengan tema Latihan Fisik di Era New Normal “Sehat dan Aman”, Jumat (9/10/2020).

Webinar menghadirkan dr.Putra Rizki,Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga dari Semen Padang Hospital (SPH), Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhamad Dharury, dan Direktur Produksi Firdaus.

Dr. Putra Rizki, menyampaikan, wabah Covid-19 semakin lama semakin meningkatkan waktu malas atau disebut juga sendentary. Di luar negeri, waktu malas bergerak makin tinggi dan dampaknya kepada kesehatan semakin besar.

Dan itu, kata dia, semakin meningkat di masa pandemi virus Covid-19. Dampak Covid-19 juga menyebabkan terjadinya bahaya malas bergerak, seperti duduk tidak bergerak dan itu sama saja dengan bahaya merokok.

“Bahaya malas bergerak ini akan memicu terganggunya kelenturan pembuluh darah, obesitas, gangguan fungsi jantung, hipertensi meningkat, diabetes meningkat,” katanya.

Selain itu, bahaya malas ini juga menyebabkan risiko kadar lemak di darah juga meningkat. “Kolesterol pun juga naik akibat malas begerak yang dipicu oleh bekerja secara online melalui virtual meeting,” imbuh dr. Rizki.

Supaya tidak terjadi penyakit akibat malas bergerak, dr. Rizki pun mengajak maksyarakat untuk melakukan aktivitas fisik yang dapat membakar kalori, seperti bersepeda, joging dan badminton. “Memasak pun juga dapat membakar kalori,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, kata dr. Rizki, olahraga berkerumun rentan tertular virus Covid-19. Supaya sehat dan aman dari paparan wabah Covid-19, latihan fisik sebaiknya dilakukan di rumah. Namun jika di tempat umum, maka disarankan untuk memakai peralatan sendiri.

Baca Juga:  Terjunkan Tim Task Force Tekan Kasus

Saat pandemi ini, masyarakat lebih dominan melakukan latihan fisik seperti bersepeda, berlari, dan berjalan. Untuk bersepeda secara berkelompok, disarankan untuk menjaga jarak 20 meter. Dan itu dianjurkan, supaya tidak berisiko terkena droplet. Sedangkan untuk berlari 10 meter, berjalan 4 meter. “Dari pada repot menjaga jarak, sebaiknya disarankan beraktivitas fisik di rumah,” ujarnya.

Untuk di rumah, latihan fisik yang bisa dilakukan adalah senam dan aerobik dengan intensitas yang disarankan sedang dan rutin 3 hari dalam seminggu dengan durasi waktu 30-60 menit dalam per hari.

“Latihan fisik dengan intensitas berat tidak dianjurkan di masa pandemi sekarang ini, karena berisiko menurunkan imunitas tubuh,” pungkas dr. Rizki.

Update Pengetahuan

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhamad Dharury dalam sambutannya pada pembukaan webinar mengingatkan, saat ini trend kasus positif Covid 19 masih tinggi dan masih bertambah setiap harinya. Oleh karena itu kita harus terus mengupdate pengetahuan terkait virus Covid-19 ini, termasuk cara mencegahnya.

“Seperti yang kita ketahui salah satu faktor dan usaha yang dapat meningkatkan imun tubuh adalah dengan berolahraga secara rutin. Dengan berolahraga kita dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh kita,” katanya.

Namun, di era new normal ini tidak semua tahu pilihan olahraga atau latihan fisik apa yang tepat dan tetap dapat mematuhi protokol kesehatan. “Oleh karena itu, saya sangat berharap melalui webinar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, sehingga kita dapat melakukan olahraga dan Latihan fisik dengan tepat dan sesuai umur serta kebutuhan kita,” pesannya. (rel)