Dokter Dhina: SPH Miliki Rehabilitasi Medis Speech Delay yang Lengkap

22
Dokter Spesialis Anak Semen Padang Hospital (SPH) dr Dhina Lydia Lestari SpA, MBiomed

Untuk memastikan anak terkena speech delay atau tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter pada anak. Pada awalnya dilakukan skrining pendengaran guna memastikan ada atau tidak adanya kelainan organ bicara atau anggota tubuh lain.

Kemudian dilakukan juga tes pendengaran dengan Oto Acustic Emission (OAE) dan atau Brain Evoked Respons auditory (BERA). Atau dapat juga dengan menggunakan instrumen tes daya dengar (TTD) sesuai usia.

Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Semen Padang Hospital (SPH) dr Dhina Lydia Lestari SpA, MBiomed. “Jika memang ada indikasi tersebut, maka hal tersebut bisa disembuhkan bila segera dilakukan pemeriksaan dan bantuan terapi untuk speech delay,” ujarnya.

Selain menerima untuk pengobatan dan perawatan bagi pasien yang sakit, SPH juga memiliki ahli tumbuh kembang anak, kemudian didampingi oleh ahli rehabilitasi medis serta terapis fisioterapi untuk speech delay. Terapi ini dapat dijangkau oleh semua kalangan dan dibiayai oleh semua asuransi sesuai kebutuhan termasuk BPJS.

“SPH juga memiliki fisioterapi dengan terapis berpengalaman yang dapat membantu serta melatih penderita speech delay,” kata dr Dhina.

Baca Juga:  XL Axiata Terus Vaksinasi Karyawan dan Keluarganya, Realisasi 75%

Ia mengimbau agar orang tua selalu memperhatikan tumbuh kembang anak. Jangan abai dengan hal tersebut karena speech delay nantinya dapat mengganggu masa depannya.

“Cegah sebelum terlambat, terlibat dalam pembelajaran pada anak-anak kesayangan Anda. Batasi screen time yaitu kurang dari 2 jam. Bila perlu, lakukan skrining pada balita anda, dan konsultasikan anak anda ke Dokter Anak,” tutur dokter Dhina. (*)

Previous articleDokter Spesialis Anak: Orangtua Wajib Kenali Speech Delay pada Anak
Next articleMahyeldi: Saatnya Mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi dengan Sistem Merit