RS Unand Mulai Terima Pasien Covid-19, Musliar: APD hanya Cukup 10 Hari

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau RS Unand untuk isolasi pasien Covid-19. (Foto: Humasprov)

Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan Pemprov Sumbar mulai Senin (13/4) sudah bisa menerima pasien terjangkit virus korona (Covid-19). Namun, rumah sakit ini masih butuh alat pelindung diri (APD) karena persediaan yang ada hanya cukup untuk operasional 10 hari.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah melakukan pengecekan dan mengunjungi ruang laboratorium, ruang isolasi serta ruang pasien sekaligus mendengarkan penjelasan Tim Satgas Covid-19 Unand terkait langkah-langkah yang diambil dalam penanganan pasien Covid-19, Minggu (12/4).

“Kedatangan saya ke sini memastikan kesiapan RS Unand sebagai rujukan pasien Covid-19. Untuk rumah sakit Unand ini, Insya Allah besok, Senin (13/4) sudah bisa dioperasikan menerima pasien positif Covid-19,” ujar Irwan Prayitno.

Dewan Pengawas RS Unand Musliar Kasim mengungkapkan bahwa fisik bangunan dan tenaga medis RS Unand sudah siap untuk operasional menerima pasien Covid-19.

“Ruangan yang disediakan 12 kamar, salah satunya ICU untuk 12 pasien PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19. Disediakan juga 1 ruangan untuk menolong persalinan normal pasien Covid-19,” ujar Musliar Kasim yang juga Rektor Universitas Baiturahmah Padang itu.

Mantan Rektor Unand yang pernah menjabat Wamendiknas itu lebih lanjut mengapresiasi gubernur atas dukungannya bagi RS Unand dan Laboratorium Biomedik FK-Unand.

“Saya mendengarkan laporan Dirut RS Unand Yevri Zulfiqar, bahwa APD siap untuk operasional 10 hari. Karena itu, saya imbau kita menghimpun tenaga dan dana guna penyediaan APD. Karena tidak mungkin persediaan hanya untuk 10 hari. Kalau pasien ada tentu tidak mungkin mereka tidak melayani. Maka, jangan kita sia-siakan tenaga medis yang berjuang di garis depan untuk keselamatan kita bersama,” jelas Musliar.

Dirut RS Unand Yevri Zulfiqar menyebutkan, bila dalam keadaan darurat dan ada lonjakan pasien terjangkit secara bersamaan, maka RS Unand tetap akan berupaya menambah ruangan.

“Kita berharap Tim Satgas Covid-19 bisa bersinergi dengan tim medis kami, terutama dalam hal penyediaan alat pelindung diri (APD). APD salah satu syarat utama dalam penanganan pasien Covid-19 sehingga perawatannya bisa lebih maksimal,” katanya.(esg)