Belasan Pasien ODP Dirawat di “RS Jiwa Gaduik Padang”

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau kesiapan RSJ HB Saanin Kota Padang dalam penanganan Covid-19. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Tak hanya orang dengan akal sehat, orang dengan gangguan jiwa alias gila pun bisa terpapar virus Covid-19. Saat ini 11 pasien RS Jiwa HB Saanin, Kota Padang atau RS Jiwa Gaduik Padang, tengah dirawat karena terindikasi terjangkit virus korona.

“Untuk saat ini, kita sudah menampung orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 11 orang,” ungkap Direktur Utama Rumah Sakit Prof HB. Saanin Padang, Ernoviana saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pasien ODP tersebut, berasal dari beberapa daerah di Sumbar. Diantaranya, Kota Padang, Tanahdatar, dan daerah lainnya.

Ernoviana menyebutkan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk menerima pasien penyakit kejiwaan yang terpapar Covid-19.

Untuk meningkatkan penanganan, RSJ HB Saanin juga menyiapkan fasilitas untuk pasien dalam pengawasan (PDP) positif, sebanyak 10 tempat tidur. Namun, katanya, hal tersebut disebut tidak akan menggangu layanan lain di rumah sakit.

Ernoviana menjelaskan, kategori pasien Covid-19 yang akan dirawat di rumah sakit ini, merupakan pasien yang awalnya memang ada gangguan kejiwaan, dan setelahnya baru terpapar Covid-19.

“Berbeda dengan pasien yang terkena gangguan kejiwaan setelah terpapar Covid-19 tidak dapat dirawat di RSJ, karena dapat memperburuk kondisi kejiwaan pasien itu sendiri,” tutur Ernoviana.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat meninjau kesiapan RSJ HB Saanin Padang, menyebutkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan fasilitas penanganan suspect Covid-19 di rumah sakit ini.

Dalam dua atau tiga hari kedepan kata Nasrul, seluruh fasilitas penunjang di RSJ HB Saanin Padang termasuk juga tenaga kesehatannya, sudah dapat beroperasi dan melayani pasien suspect korona dengan baik, guna memutus mata rantai penyebaran pandemik mematikan itu. Rumah sakit ini katanya, disiapkan untuk menampung pasien-gangguan kejiwaan yang terkena infeksi Covid-19.

Ketika ditanya wartawan apa yang akan dilakukan Pemprov Sumbar untuk mengatasi stres pasien Covid-19 di rumah sakit, Nasrul Abit menyebutkan pihaknya telah memikirkan hal tersebut. Pemprov Sumbar telah menyiapkan lokasi-lokasi karantina untuk mengurangi dampak stres pasien Covid-19.

“Namun itu khusus untuk pasien yang mengalami gejala ringan, sedangkan pasien dengan gejala berat tetap di rumah sakit, karena peralatan di rumah sakit lebih lengkap,” sebut Nasrul. (*)