#Dirumahsaja, Covid-19 Sudah Menular secara Lokal di Tiga Daerah di Sumbar

Waspada virus korona Covid-19.

Berdasarkan data yang dilansir Kementerian Kesehatan RI, Rabu (15/4), telah terjadi transmisi lokal penyebaran virus korona (Covid-19) di Kota Bukittinggi, Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Artinya, tiga daerah di Provinsi Sumbar itu telah melaporkan adanya kasus konfirmasi yang penularannya diketahui secara lokal atau penularan antar-orang di daerah tersebut.

Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP M Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas menyebutkan, dengan keluarnya keputusan bahwa tiga daerah di Sumbar, yakni Padang, Pessel dan Bukittinggi sebagai transmisi lokal, maka seharusnya sudah menjadi evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang dalam tindakan preventif.

“Setidaknya sudah harus ada usaha memutus rantai penularan secepatnya, sebelum transmisi lokal semakin banyak,” kata Dovy Djanas di GWA Kawal Covid Sumbar, Rabu (15/4).

Menurut Kepala Laboratorium Biomedik FK-Unand Andani Eka Putra, Rabu (15/4) pihaknya menerima 287 sampel swab hidung dan tenggorokan pasien, dan telah selesai pemeriksaan 180 sampel. “Semua sampel (180, red) negatif,” kata Andani.

Sejak laboratorium itu beroperasi setelah adanya izin Kemenkes, kata Andani, total sampel yang diperiksa mencapai 1.350 orang.

Saat ini, katanya beban kerja laboratorium sangat besar dalam pekan-pekan ini karena pengiriman sampel jumlahnya banyak tapi hasilnya banyak negatif. “Ini terjadi karena tidak disertai seleksi ketat orang dalam pemantauan (ODP) yang diambil sampelnya,” jelas Andani.

Kemampuan anggota laboratorium semakin meningkat dari waktu ke waktu. “Saat ini sudah mencapai 180 sampel per hari. Artinya, kurang sebulan kita sudah mendekati angka 2.003 sampel. (Namun) saat ini kit ekstraksi tinggal untuk 200 sampel. Jika kita tidak hemat menggunakannya, maka akan kesulitan ke depan, khususnya dalam penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) dan Covid-19), jelas Andani.

Dengan keterbatasan reagen dan kit, kata Andani, perlu dievaluasi lagi kriteria pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) sehingga tidak mubazir dalam pemeriksaannya.

“Segera di-trace (telusuri) kembali tempat yang benar-benar sumber transmisi (pasien positif, red) sehingga bisa dilokalisir penyebarannya. Jika tidak kita lakukan, maka angka infeksi Covid-19 semakin tinggi antar-penduduk yang menyebabkan angka kematian bisa semakin tinggi,” ingatnya.(esg)