Tren Kasus Covid-19 Sumbar Naik, Andani: Periode Saat Ini Lebih Rawan

194
Dr. dr. Andani Eka Putra.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengungkapkan sejak Maret 2021 ada tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Sumbar.

Hal itu diungkapkan Doni Monardo pada pembukaan Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana di Painan Convention Center Pesisir Selatan, Kamis (15/4/2021).

Mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan, biasanya tren kenaikan positif terjadi menjelang hari besar keagamaan, contohnya budaya mudik Lebaran.

“Untuk itu, pemerintah melarang kegiatan mudik selama Lebaran tahun ini dari tanggal 6 sampai 17 Mei. Jangan sampai kita menulari saudara di kampung,” ujar jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Pangdam dan Komandan Paspampres ini.

Selain itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo, kata Doni, semua yang masuk Indonesia wajib tes usap sebanyak dua kali. Mereka yang positif akan dirawat di Wisma Atlet. Sedangkan yang negatif dikarantina lima hari sampai menunggu test swab kedua.

“Dari pengalaman, faktanya, tak ada negara di dunia yang bebas Covid-19. Covid masih ada dan belum hilang,” tegas Doni.

Menindaklanjuti arahan presiden tersebut, terutama menghadapi mudik Lebaran, Doni kembali mengimbau pemprov melakukan kontrol untuk mengawasi warga pendatang yang masuk Sumbar. Agar bencana non-alam pandemi Covid-19 bisa tertangani maksimal.

“Pemerintah daerah hingga ke wali nagari tak boleh lengah, penerapan prokes harga mati. Jangan tunggu hingga rumah sakit penuh lagi. Nakes kita yang tinggal sedikit ikut terpapar. Jangan egois, walau Lebaran sekali setahun, tapi saat ini situasi pandemi. Perantau mohon bersabar,” imbau Doni.

Baca Juga:  "Ratok Anak Rantau"

Bertambah 158 Orang

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, hingga Kamis (15/4/2021) total warga yang terinfeksi sebanyak 33.559 orang.

Terjadi penambahan 158 orang warga sumbar positif terinfeksi Covid-19. Sedangkan sembuh bertambah 153 orang, sehingga total sembuh 31.376 orang.

Dari total 33.559 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, sebanyak 349 orang (1,04%) dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri 1018 (3,03%), isolasi kabupaten dan kota 86 orang (0,26%), meninggal dunia 730 orang (2,18%) dan sembuh 31.376 orang (93,50%).

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Covid-19 Andani Eka Putra menyebutkan bahwa periode saat ini lebih rawan jika dibanding dengan September-November lalu.

“Jika dilihat dari positivity rate, periode ini lebih rawan karena PR 12% berbanding 7-8% pada September-November,” kata Andani di GWA Kawal Covid-19, Jumat (16/4/2021).

Dijelaskannya, jumlah kasus lebih banyak periode September-November, mencapai 250-400 per hari. Saat ini hanya 100-150 per hari karena testing turun.

“Jika testing sama, dipastikan jumlah kasus saat ini akan lebih banyak dari periode September-November. Dari sini terlihat bahwa periode saat ini lebih rawan, ditambah dengan ibadah Ramadhan di masjid yang banyak tanpa protokol,” ungkap Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) ini.(wni)

Previous articleBerikan Pelayanan Terbaik, Jasa Raharja Serahkan Santunan Kecelakaan
Next articleSatgas Covid-19 Minta Pemda Tegas Tegakkan Aturan Larangan Mudik