Stok Vaksin Habis, Pemprov Sumbar Ajukan Penambahan ke Kemenkes

48

Ketersediaan stok vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sudah habis. Pemprov Sumbar segera mengirimkan surat permintaan penambahan vaksin kepada Menteri Kesehatan RI, Jumat (16/7/2021).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Provinsi Sumbar Hefdi, Jumat malam (16/7/2021).

“Memang hari ini stok vaksin sudah nol. Kita sedang mengupayakan untuk mengajukan penambahan vaksin sebanyak 150 ribu dosis ke Menteri Kesehatan,” ungkap Hefdi.

Habisnya stok vaksin ini, katanya, disebabkan karena tingginya animo masyarakat Sumbar yang ikut program vaksinasi.


Oleh karena itu, masyarakat Sumbar diminta agar bersabar menanti penambahan vaksin dari Menteri Kesehatan RI.

“Kita sekarang sedang ajukan penambahan. Gubernur sangat apresiasi masyarakat yang menyambut baik program vaksinasi. Ini membuktikan masyarakat Sumbar cukup peduli dan antusias dalam mendukung program penanganan dan pencegahan Covid-19 yang dilakukan pemerintah,” ungkapnya.

Hefdi menambahkan bahwa Gubernur sangat mengapresiasi tenaga kesehatan yang tanpa kenal lelah memberikan pelayanan pemberian vaksin kepada masyarakat dengan baik.

Begitu pula seluruh pihak dan stake holder yang telah ikut menyosialisasikan dan ikut terlibat program vaksinasi.

Hefdi mengungkapkan, vaksin Covid-19 yang masuk ke Dinkes Provinsi Sumbar selama ini berupa vaksin Sinovac dengan rincian, tanggal 5 Januari 2021 lalu sebanyak 36.920 dosis.

Berikutnya 26 Januari 2021 (29.880 dosis), 22 Febuari 2021 (99.700 dosis), 16 Maret 2021 (153.510 dosis), 8 April 2021 (20.000 dosis), 23 Mei 2021 (12.300 dosis).

Baca Juga:  Ulama dan Ormas Islam Seharusnya Berperan Positif Menangani Covid-19

Lalu, pada 11 Juni 2021 (800 dosis), 17 Juni 2021 (5.300 dosis), 24 Juni 2021 (98.000 dosis), 1 Juli 2021 (7.800 dosis), 3 Juli 2021 (600 dosis), 7 Juli 2021 (52.200 dosis), 10 Juli 2021 (8.500 dosis), 14 Juli 2021 (64.800 dosis), 15 Juli 2021 (8.300 dosis), 16 Juli 2021 (7.000 dosis).

Sedangkan vaksin Astrazeneca yang masuk, yakni pada 26 Maret 2021 sebanyak 500 dosis, 5 Mei 2021 (5.600 dosis), 4 Juni 2021 (500 dosis), 20 Juni 2021 (15.200 dosis).

Kemudian, vaksin masuk melalui perusahaan (Sinovac), PT. IGM sebanyak 122.900 dosis, PT. Enseval (153.400 dosis).

Jadi total vaksin yang sudah masuk ke Dinkes Provinsi Sumbar sudah 903.710 dosis. “Semuanya sudah didistribusikan Dinkes sehingga sekarang tidak ada lagi stok vaksin di Dinkes Sumbar,” ujarnya.

Permintaan kabupaten dan kota yang sudah masuk saat ini, yakni Dinkes Kota Payakumbuh 12.000 dosis, Dinkes Kota Padang (70.000 dosis) dan Dinkes Kabupaten Mentawai (10.000 dosis).

“Tiga daerah ini sangat membutuhkan vaksin karena sedang melaksanakan vaksinasi massal,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Hefdi juga mengungkapkan, secara keseluruhan, total sasaran vaksinasi di Sumbar 4.408.509 jiwa. Dengan rincian, untuk SDM kesehatan 32.391 orang, petugas publik (400.274 orang), Lansia (489.575 orang), masyarakat rentan (2.896.546 orang) dan remaja (5879.723 orang).(rel)