Update: 208 Warga Sumbar Terinfeksi Covid-19, Tujuh Orang Meninggal

149

Total warga Sumbar terinfeksi virus korona (Covid-19) hingga hari ini (17/4/2021) telah mencapai 33.933 orang dan sembuh 31.678 orang dari sebanyak 630.109 spesimen (424.691 orang) yang diperiksa. Sedangkan total warga meninggal akibat Covid-19 mencapai 741 orang (2,18%).

Berdasarkan data yang disampaikan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal, pada hari ini saja pasien positif Covid-19 bertambah 208 orang dan sembuh bertambah 140 orang.

Sementara itu, warga Sumbar yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 hari ini bertambah sebanyak 7 orang, dengan rincian di Kota Padang 2 orang, Kota Payakumbuh 1 orang, Padangpanjang 1 orang, Kabupaten Padangpariaman 1 orang, Dharmasraya 1 orang dan Kabupaten Solok 1 orang.

Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 208 orang dengan rincian:

1. Kota Padang 61 orang

2. Kota Padangpanjang 3 orang

3. Kota Bukittinggi 2 orang

4. Kota Payakumbuah 10 orang

5. Kota Solok 2 orang

6. Kota Sawahlunto 18 orang

7. Kota Pariaman 6 orang

8. Kabupaten Pasaman 7 orang

9. Kabupaten Padangpariaman 1 orang

10. Kabupaten Agam 10 orang

11. Kabupaten Limapuluh Kota 21 orang

12. Kabupaten Solok 13 orang

13. Kabupaten Tanahdatar 5 orang

14. Kabupaten Pesisir Selatan 3 orang

15. Kabupaten Kepulauan Mentawai 15 orang

16. Kabupaten Pasaman Barat 3 orang

17. Kabupaten Dharmasraya 24 orang

18. Kabupaten Solok Selatan 4 orang

Pasien sembuh sebanyak 140 orang, dengan rincian:

Baca Juga:  Stok Vaksin Tersisa 5.000 Dosis

1. Kota Padang 54 orang

2. Kota Padangpanjang 5 orang

3. Kota Solok 12 orang

4. Kabupaten Pasaman 4 orang

5. Kabupaten Padangpariaman 2 orang

6. Kabupaten Agam 7 orang

7. Kabupaten Limapuluh Kota 27 orang

8. Kabupaten Tanahdatar 1 orang

9. Kabupaten Sijunjung 15 orang

10. Kabupaten Pesisir Selatan 10 orang

11. Kabupaten Pasaman Barat 1 orang

12. Kabupaten Solok Selatan 2 orang.

“Kasus suspek totalnya 419 orang, dirawat 27 orang dan isolasi mandiri 392 orang,” kata Jasman Rizal dalam rilisnya, Sabtu (17/4/2021).

Sebelumnya, Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Covid-19 Andani Eka Putra menyebutkan bahwa periode saat ini lebih rawan jika dibanding dengan September-November lalu.

“Jika dilihat dari positivity rate, periode ini lebih rawan karena PR 12% berbanding 7-8% pada September-November,” kata Andani di GWA Kawal Covid-19, Jumat (16/4/2021).

Dijelaskannya, jumlah kasus lebih banyak periode September-November, mencapai 250-400 per hari. Saat ini hanya 100-150 per hari karena testing turun.

“Jika testing sama, dipastikan jumlah kasus saat ini akan lebih banyak dari periode September-November. Dari sini terlihat bahwa periode saat ini lebih rawan, ditambah dengan ibadah Ramadhan di masjid yang banyak tanpa protokol,” ungkap Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) ini.(rel/esg)

Previous articleVirus Korona Mengganas, New Delhi Dikunci, RS Butuh Oksigen
Next articlePandemi Belum Berakhir, Nevi Bantu Paket Sembako saat ke Pasaman