Pertama di Sumbar! PR Tembus 16%, Simak Solusi dari Dr Andani…

170

Kasus penularan Covid-19 di Sumbar terus menunjukkan peningkatan. Hari ini (18/4/2021), perbandingan antara jumlah kasus positif dengan jumlah spesimen yang diperiksa (positivity rate) sudah menembus angka 16%. Naik dari sebelumnya 12%

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra mengungkapkan, positivity rate 16% tersebut pertama terjadi di Sumbar sejak pandemi melanda Maret 2020.

“Untuk pertama kali positivity rate (PR) di Sumbar tembus angka 16%, dari yang biasa 5-8%. Ini artinya ada 16 orang positif dari setiap 100 orang yang diperiksa. Angka ini terbesar di Sumbar sejak era pandemi,” ungkap Andani Eka Putra di GWA Kawal Covid-19 Sumbar, Minggu (18/4/2021).

Peningkatan PR itu terjadi karena beberapa hal, di antaranya dalam bulan Ramadhan ini ada kebiasaan buka bersama, penerapan protokol kesehatan lemah dan capaian vaksinasi umum masih rendah.

“Akumulasi ini berisiko besar bagi kita di Sumatera Barat jika tidak kita antisipasi sebaik-baiknya. Semoga kita ada solusi yg bagus untuk masalah ini,” ingatnya.

Menyikapi itu, Andani mengusulkan beberapa solusi kepada gubernur, bupati dan wali kota di Sumbar. “Saat ini rasanya tidak perlu retorika protokol,” tegasnya.

Adapun solusi yang diberikan Andani adalah, mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja kantoran selalu memakai masker. “Kantor swasta yang tidak patuh akan diminta tutup,” katanya.

Kemudian, rumah makan diminta benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, satu meja untuk buka puasa hanya diisi 1/2 kapasitas. “Tidak patuh akan ditutup,” tandasnya.

Untuk aktivitas di masjid, Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Covid-19 itu meminta agar Satgas Masjid diperkuat. Pengurus masjid yang tidak menerapkan protokol kesehatan diberikan sanksi.

Andani juga mengingatkan terkait tracing. Rasio idealnya 1:15-20. Ini harus dipastikan berjalan.Apalagi ada kebijakan babinsa dan babinkamtibmas.

Baca Juga:  Positif Covid-19 bakal Melonjak usai Lebaran, Tempat Isolasi Dibuka

Selanjutnya, penguatan satgas desa dan shelter desa untuk isolasi. “Masih banyak yang lain, tapi perlu dikawal semua proses itu berjalan atau tidak,” ujarnya.

Direktur RSUP M Djamil Padang Dovy Djanas mengatakan, penibgjtaan PR hingga 16 persen itu harus ditindaklanjuti. Apalagi kapasitas rumah sakit sudah mulai melebihi kapasitas (over capacity).

“Saat ini di RSUP M Djamil Padang ruang rawatan Covid-19 sudah penuh dan over kapasitas,” ungkap Dovy.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut. 

Pihaknya di Dinas Kesehatan Pemprov Sumbar akan terus melakukan upaya-upaya semaksimal mungkin untuk itu.

“Kepatuhan terhadap protokol kesehatan tidak bisa ditawar lagi. Upaya 5M sangat penting kita tingkatkan lagi. Kita terus ingatkan teman-teman Jajaran Kesehatan agar menyampaikan 5M kepada masyarakat sekaligus menjadi contoh penerapan 5M,” jelasnya.

Salah seorang inisiator GWA Kawal Covid-19 Sumbar Sari Lenggogeni menegaskan bahwa pihaknya sebagai masyarakat akan selalu mendukung sesuai kapasitas dalam upaya melawan Covid-19.

Kebijakan mengikat untuk masyarakat yang sudah tak acuh harus diperkuat lagi dengan arahan pembuat kebijakan dan penegak hukum. Terutama kepedulian Gubernur  untuk quick action.

“Polres hingga Polda selalu konsisten melakukan pembubaran kerumunan saya pantau dari IG polda/polres,” tukasnya.(18/4/2021).(GWA)

Previous articleKadis Ketahanan Pangan Solsel Wafat, Dimakamkan di TPU Khusus Covid
Next articlePariyanto: Pisew Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat