SPH Launching Vaksinasi Covid-19, Sebanyak 671 Nakes Siap Disuntik

28

Semen Padang Hospital (SPH) melakukan launching vaksinasi COVID-19 yang akan diberikan pada 671 tenaga kesehatan (nakes) yang ada di rumah sakit tersebut, Senin, 18 Januari 2021.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua Yayasan Semen Padang, Direktur SPH, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi, SKM, MKM, dokter, perawat dan jajaran pegawai SPH lainnya.

Direktur SPH Dr. Selfi Farisha mengungkapkan bahwa SPH siap untuk mendukung program nasional yang diusung pemerintah tersebut dalam penanganan COVID-19. Ia merasa bersyukur karena Kota Padang menjadi daerah yang termasuk prioritas dalam pendistribusian vaksin tersebut sehingga dapat segera diberikan kepada Nakes.

“Launching vaksinasi COVID-19 ini merupakan wujud keseriusan kita semua dalam membantu mengatasi COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu. Saya merasa bangga karena dapat melakukan kegiatan hari ini karena dengan begitu kita juga dapat bergerak cepat dalam melawan virus ini,” kata Risha.

Risha menjelaskan, semenjak SPH ditetapkan menjadi salah satu rumah sakit penanganan COVID-19 di Sumbar, angka pasien yang menjadi orang yang terinfeksi virus tersebut dan harus menjalani karantina di rumah sakit itu semakin menurun jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Jumlah pasien karantina terbanyak saat itu yakni pada Oktober 2020 lalu yang mencapai peningkatan pasien terinfeksi hingga 80 persen, kemudian pada November menurun jadi 49 persen hingga pada Desember lalu hanya sekitar 30-31 persen saja jumlah pasien COVID-19 yang dikarantina di SPH.

“SPH siap untuk mendukung dan menyukseskan vaksinasi COVID-19. Kami juga siap untuk melakukan vaksinasi pada seluruh nakes kami dan mempromosikannya kepada masyarakat. Semoga dengan adanya vaksin ini, kita dapat jadi lebih siap dalam menangani COVID-19,” katanya.

Baca Juga:  AYANI Women and Children Diresmikan, Fokus Layani Ibu Hamil dan Janin

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumatera Barat Arry Yuswandi, SKM, MKM yang dalam kesempatan tersebut membuka kegiatan itu mengungkapkan bahwa Sumbar diketahui sebagai daerah yang cukup bagus dalam melaksanakan tracing, testing dan treatment COVID-19.

Selain itu angka kesembuhannya juga cukup tinggi, bahkan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 di masa pandemi, Pemprov Sumbar menerbitkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang akan menjerat siapa saja yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Di sisi lain, untuk vaksin COVID-19 hanya dua daerah di Sumbar yang diprioritaskan mendapatkan vaksin COVID-19 pada tahap awal ini, yakni Padang dan Pesisir Selatan. Ia menjelaskan bahwa hal itu ditentukan oleh tingginya angka pasien terkonfirmasi di suatu daerah, sehingga untuk di Sumbar baru dua daerah itu saja yang didahulukan.

“Seperti yang kita ketahui bahwa mereka yang terlebih dahulu menerima vaksin COVID-19 yakni nakes yang ada di seluruh fasilitas kesehatan. Di Padang sudah ada beberapa rumah sakit yang telah mendapatkan vaksin, salah satunya SPH,” kata Arry.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran SPH atas dilaksanakannya kegiatan tersebut, sehingga dapat mempromosikan dan mengedukasinya kepada masyarakat. Selain itu, menurutnya, SPH dinilai sebagai rumah sakit yang berhasil menangani pasien COVID-19 dengan baik, sehingga angka kesembuhan pasien yang terkonfimasi juga cukup tinggi.

“Kita berharap semoga dimulainya vaksinasi pada nakes di SPH ini dapat menjadi edukasi kepada masyarakat agar tidak perlu merasa takut untuk divaksin COVID-19,” ujarnya. (*)