Lanyalla Apresiasi Presiden jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Korona

40

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya yang akan menjadi penerima vaksin virus korona (Covid-19) pertama di Indonesia. Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti memberi apresiasi atas sikap Jokowi itu.

“Keputusan Presiden Jokowi untuk menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin korona harus diapresiasi. Ini menunjukkan keteladanan yang baik sebagai seorang pemimpin,” ujar Lanyalla di Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/12/2020).

Dengan menjadi penerima pertama, Presiden Jokowi ingin meyakinkan masyarakat bahwa vaksin korona aman digunakan. Lanyalla juga menyebut keputusan tersebut sebagai jawaban atas tantangan sejumlah pihak.

“Presiden Jokowi sudah menjawab langsung tantangan beberapa pihak yang memintanya menjadi penerima vaksin korona pertama. Saya secara pribadi mengacungkan jempol atas langkah presiden,” tutur senator asal Dapil Jawa Timur itu.

Lanyalla juga memuji kebijakan Presiden Jokowi yang akan memberikan vaksin korona kepada masyarakat secara gratis. Awalnya, vaksin korona sempat dibagi menjadi vaksin gratis dan vaksin mandiri.

“Hal ini menandakan pemerintahan Presiden Jokowi serius membangun ketahanan sektor kesehatan. Sebab seluruh rakyat Indonesia berhak mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah,” ucap Lanyalla.

Lanyalla pun mengingatkan kepada Pemerintah Daerah untuk segera memprioritaskan program vaksinasi korona di tahun anggaran 2021 seperti arahan Presiden Jokowi. Program vaksinasi diharapkan berjalan dengan lancar di seluruh Indonesia.

“Selain re-alokasi anggaran, perlu disiapkan secara seksama bagaimana teknis distribusi pemberian vaksin ini. Termasuk juga harus disiapkan tempat penyimpanan stok vaksin yang proper sehingga kualitasnya terjaga,” kata Lanyalla.

Mantan ketum PSSI ini pun mengajak anggota DPD RI periode 2019-2024 untuk ikut memantau program vaksinasi di daerah masing-masing. Lanyalla menegaskan, vaksin harus diberikan kepada seluruh warga yang berhak menerimanya.

“Jangan sampai ada yang tertinggal. Sudah menjadi tugas pemerintah memberikan layanan terbaik untuk warganya,” tegasnya.

“Saya harapkan senator ikut mengawasi program vaksinasi di dapilnya masing-masing agar berjalan secara tepat,” imbuh Lanyalla.

Saat ini sudah ada 1,2 juta vaksin korona dari Sinovac yang sudah tiba di Indonesia dan tengah menunggu izin edar dari BPOM. Pasokan vaksin korona berikutnya akan datang menyusul. (rel)