Positif Covid-19, Menag Isolasi di RS

34
Menteri Agama Fachrul Razi . (jawapos.com)

Deretan menteri Kabinet Indonesia Maju yang positif Covid-19 bertambah. Kali ini Menag Fachrul Razi dinyatakan positif terinveksi virus asal Tiongkok itu. Kondisinya baik tetapi menjalani isolasi di rumah sakit (RS).

Juru Bicara Kemenag Oman Fathurrahman menjelaskan, Menag Fachrul Razi masih berada di RS. ”Masih dalam perawatan,” jelasnya tadi malam (21/9). Tetapi secara umum dia menyampaikan kondisi bosnya terpantau baik.

”Siapapun bisa terkena Covid-19, mari kita saling berempati,” kata ahli manuskrip kuno dari UIN Syarif Hidayatullah itu. Dia juga meminta kepada seluruh pihak untuk sal ing mendukung dan menguatkan. Serta, mematuhi protokol kesehatan. Oman berharap pandemi segera berakhir.

Agenda Menag Fachrul Razi beberapa hari ini terbilang cukup padat. Di antaranya pada 14 September lalu dia rapat bersama Komisi VIII DPR. Kemudian pada 16 September dia kunjungan ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Fachrul Razi dinyatakan positif Covid-19 setelah swab pada 17 September lalu. Oman mengatakan, untuk tugas birokrasi, sudah dikoordinasikan dan didelegasikan kepada Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi.

Di antara pesan Menag Fachrul Razi adalah pelaksanaan program Kemenag untuk tetap berjalan. Utamanya program ikut mencegah penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan agama dan keagamaan, serta lemabga keagamaan. ”Beliau minta agar itu berjalan baik. Bantuan yang disalurkan juga agar tepat sasaran dan akuntabel,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi tadi malam, Zainut mengatakan, baru selesai menjalani swab Covid-19. ”Hasilnya baru besok (hari ini, red),” tutur politisi PPP itu. Dia berharap doa supaya semuanya diberikan kesehatan dan aman dari Covid-19.

Kabar Menag Fachrul Razi positif Covid-19 pertama diungkapkan oleh Staf Khusus Menag Kevin Haikal. Dia mengatakan pada 17 September lalu Fachrul Razi melakukan tes swab dan hasilnya positif. ”Namun alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik. Tidak ada gejala-gejala menghawatirkan,” tuturnya.

Adanya kabar Menag Fachrul Razi positif Covid-19 membuat akses masuk ke kantor Kemenag dibatasi bagi pegawai dan non pegawai. Lebih lanjut Oman mengatakan, sekitar sebulan terakhir sudah dilakukan pengetatan protokol kesehatan dan jadwal masuk kantor.
”Ke depan akan ditingkatkan. Ada pembatasan akses, tetapi tidak tutup total,” tuturnya.

Dia menjelaskan, layanan publik di Kantor Kemenag pusat di Lapangan Banteng dioptimalkan melalui sistem online. Kemudian, pegawai yang masuk ke kantor didasarkan pada penugasan.

Baca Juga:  70 Karyawan PLN UPK Teluk Sirih Positif Covid-19

Sementara itu kegiatan tes swab atau PCR saat ini semakin gencar dilakukan. Jumlah sampel PCR setiap harinya semakin banyak. Tetapi, sayang produk PCR lokal tidak dipakai secara maksimal.

Kondisi ini diungkapkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. ”PCR buatan lokal belum banyak dipesan,” katanya kemarin. Padahal, harga PCR lokal bernama mBioCov-19 relatif terjangkau, yaitu Rp 250 ribu. Selain itu juga dikembangkan oleh putra-putri bangsa Indonesia melalui Task Force Riset dan Inovasi Covid-19 (TFRIC-19) beserta PT Bio Farma.

Hammam mengatakan, saat ini baru terdistribusi 100 ribu unit PCR lokal oleh penggalangan dana IndonesiaPastiBisa. Selebihnya belum ada pesanan kembali. Baik itu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau Satgas Covid-19. Saat ini jumlah PCR lokal yang siap pakai masih ada 400 ribu unit.

Menurut Hammam PT Bio Farma memiliki kapasitas produksi PCR lokal hingga 2 juta unit PCR lokal mBioCov-19 setiap bulannya. Dia mengatakan, perangkat PCR lokal itu kualitasnya baik dan dapat digunakan di beragam mesin PCR atau open system. Dia berharap, pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk pelaksanaan PCR.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto mengatakan, ada berbagai proteksi untuk pegawai di kementeriannya. Di antaranya Kemenkes mematuhi aturan 50 persen pegawai yang masuk.

Yuri menegaskan bahwa penularan kemungkinan terjadi di luar kantor Kemenkes di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Sebab, sebagain besar pegawainya diperbantukan di luar kantor. Seperti, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta mupun di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ada juga pegawai Kemenkes yang diperbantukan di RS Darurat Wisma Atlet. Yang tidak bertemu pasien juga ada, misal di labor. ”Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor Kementerian orangnya tinggal sedikit karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, Kemenkes menerapkan SOP yang sangat ketat. Yuri mencontohkan pegawai yang boleh ditugaskan untuk ke KKP atau Wisma Atlet adalah mereka yang tidak memiliki komorbid. Lalu semua pegawai setelah melakukan tugas bergantian harus diswab. Penyemprotan disinfekatan di kantor Kemenkes dilakukan tiga kali dalam seminggu. (wan/lyn/tau/jpg)