Kurangi Penumpukan Pasien, SPH Berlakukan Registrasi Antrean Online

31

Semen Padang Hospital (SPH) terus melakukan inovasi untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pasien yang berobat. Salah satu inovasi yang telah dilakukan yakni registrasi online bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam melakukan pengobatan.

General Manager Penunjang Medis SPH, drg. Yona Ladyventini mengatakan, pendaftaran online ini sudah berlaku sejak awal Juni 2022. “Pendaftaran online ini memiliki dua manfaat, yakni mempersingkat jalur antrian atau penumpukan dan mengurangi human error petugas, seperti petugas tidak dikejar waktu sehingga bisa lebih punya waktu untuk crosscheck ulang, misalnya nama, poli tujuan, dan tidak tergesa-gesa oleh pasien,” katanya saat dihubungi di Padang, Selasa, 20 September 2022.

drg.Yona menjelaskan, pendaftaran ini bisa dilakukan dengan menghubungi nomor booking di 08116901999. Kemudian nanti admin akan menyertakan link pendaftaran https://bit.ly/SPH_Regis_Rajal untuk kontrol pasien. “Sehingga ini sangat mempermudah pasien,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada beberapa manfaat lain yang didapat pasien jika menggunakan pendaftaran online ini, diantaranya pasien datang sesuai jadwal poli, kemudian lapor ke petugas dan langsung bertemu dokter. “Sehingga hemat waktu dan tenaga saat melakukan kontrol ulang ke dokter,” paparnya.

Pasien yang mendaftar di antrian online juga diminta datang setengah jam sebelum melakukan pengobatan dan kontrol dengan dokter. “Hal ini untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik sebelum melakukan kontrol,” jelasnya.

Baca Juga:  Poltekkes Kemenkes Padang Wisuda 573 Sarjana, Target 2023 jadi Satker BLU

Menurutnya, pendaftaran online ini sejalan dengan visi SPH yang baru, yakni menjadi rumah sakit umum pilihan utama yang menghadirkan layanan prima di Sumatera tahun 2030. “Sehingga ini salah satu kemudahan yang kita berikan kepada pasien yang berobat,” terangnya.

Ia menuturkan, pendaftaran antrian online ini berlaku untuk pasien kontrol karena sudah memiliki rekam medis di SPH. Sedangkan untuk pasien baru diarahkan ke petugas administrasi.

“Saat ini, pendaftaran antrian online berlaku untuk pasien JKN dan sejak di launching awal Juni lalu, saat ini pemanfaatannya sudah sampai 40 persen. Kita berharap dan terus sosialisasikan ini hingga nantinya seluruh pasien JKN menggunakan inovasi ini,” katanya.

Selain itu, dalam waktu dekat, pihak rumah sakit juga akan memberlakukan ini untuk pasien umum dan pasien asuransi lainnya. “Kita berharap dengan adanya inovasi ini bisa memberikan pengalaman berobat yang baik dan positif kepada pasien, sehingga visi dan misi menjadi rumah sakit dengan service excellent bisa tercapai,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pasien SPH yang memanfaatkan pendaftaran online, Rizky Darwan mengatakan bahwa ia merasakan manfaat yang baik dari inovasi ini. “Keuntungannya saya bisa mengatur sendiri waktu dan hari kontrol, apalagi saya bekerja, sehingga bisa menyesuaikan waktu,” terangnya.(rel)