Ini Anjuran Dr Arina Widya Murni agar Pradiabetes Tidak Menjadi Diabetes

63

Pengurus IIP BUMN Wilayah Sumbar foto bersama usai pertemuan rutin di Wisma Indarung Semen Padang, Rabu (22/6). 

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Kemunduran fungsi sel tubuh ini dapat disebabkan oleh seiringnya bertambah usia ataupun karena pola hidup yang tidak sehat.

Hal ini disampaikan oleh dokter ahli penyakit dalam, Dr dr Hj Arina Widya Murni SpPD-K-PSi, FINASIM, pada seminar kesehatan membahas penyakit degeneratif, yang digelar Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN Wilayah Sumbar di Wisma Indarung Semen Padang, Rabu (22/6/2022).

Penyakit degeneratif itu di antaranya; diabetes melitus, stroke, jantung koroner, kardiovaskular, obesitas, dislipidemia, hipertensi, asam urat dan sebagainya.

“Penyakit degeneratif dapat terjadi pada orang yang umurnya lebih muda. Penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup akibat urbanisasi dan modernisasi,” kata Dokter Arina pada seminar yang dipandu Ny Kiki Warlansyah.

Ia menampilkan statistik faktual tentang penyakit dimana, 1 dari 2 kematian adalah karena penyakit jantung koroner dan stroke. 1 dari 3 kematian adalah disebabkan oleh kanker. 1 dari 3 orang menderita osteoporosis dan osteoarthritis. 1 dari 5 orang mengalami obesitas (kelebihan berat badan). 1 dari 10 orang mengidap diabetes melitus.

“Untuk mencegah pradiabetes menjadi diabetes adalah dengan pola hidup sehat. Secara teori, sepertiga orang pradiabetes akan menjadi diabetes, sepertiganya bisa normal dan sepertiga tetap pradiabetes,” terangnya.

Baca Juga:  Padang Dapat 100 Dosis Vaksin PMK! Penyuntikan Dilakukan Selasa Esok!

Ia mengatakan, jika pola hidup sehat dipertahankan tidak jadi diabetes. Sementara kalau sudah diabetes bisa terjadi komplikasi microvaskuler, dan makrovaskuler. Komplikasi ini dapat memicu serangan jantung, memicu penyumbatan pembuluh darah.

“Kalau sudah diabetes, itu berpotensi hipertensi, kolesterol, dan obesitas. Ini yang disebut empat sekawan sindrom metabolik,” jelasnya.

Untuk itu, ia menganjurkan pola hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik 30 menit/hari, mengurangi asupan garam, mengurangi stres, mempertahankan berat badan ideal, berhenti merokok, dan memeriksa tekanan darah secara rutin.

Juga melaksanakan tujuh tips sehat, yakni, memperhatikan asupan makanan, minum air putih, rajin berolahraga, membiasakan hidup bersih, meninggalkan kebiasaan buruk, istirahat yang cukup dan manajemen stres

Terkait manajemen stress, ia memaparkan sejumlah langkah pendekatan. Di antaranya, manajemen stres islami dengan cara mengubah pola pikir, niat, iman, qanaah dan selalu berpikiran positif.

“Mengubah pola pikir adalah mengubah mindset kita ke arah yang positif, seperti sakit itu adalah pelebur dosa, tidak merasa merepotkan keluarga, senantiasa bersyukur kepada Allah Swt, dan senantiasa beristighfar,” kata Dokter Arina. (*)