Pulau Pisang Gadang Alternatif Tempat Karantina

48
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. (net)

Pemko Padang berencana akan menambah fasilitas karantina bagi pasien positif Covid-19 di Kota Padang. Dalam wacana tersebut, salah satu pulau di Kota Padang yakni pulau Pisang Gadang akan dijadikan alternatif tempat karantina jika peningkatan kasus positif Covid-19 terus meningkat.

“Saat ini di Kota Padang ada beberapa klaster penularan seperti kluster perkantoran dan perbankan. Untuk itu kami berencana akan menambah fasilitas tempat karantina seperti di salah satu pulau di Kota Padang, mungkin pulau Pisang Gadang,” kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah kepada awak media, kemarin.

Mahyeldi mengatakan, rencana penambahan tempat karantina di pulau tersebut merupakan langkah persiapan dan antisipasi jika sewaktu-waktu peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan di Kota Padang.

Direncanakan nantinya Pemko Padang akan membangun sejumlah fasilitas bangunan sebagai tempat karantina di pulau tersebut agar nanti pasien positif Covid-19 bisa nyaman melakukan isolasi di sana. “Sebenarnya rencana ini sudah kami bahas bersama tentang penyiapan sebuah pulau yang akan dijadikan tempat karantina tambahan,” ujarnya.

Baca Juga:  Cegah Ponpes jadi Klaster Covid-19

Mahyeldi menyampaikan, sebelumnya Pemko Padang telah merencanakan akan menjadikan rumah nelayan di Pasia Nantigo, Kecamatan Kototangah sebagai tempat karantina tambahan bagi pasien positif Covid-19.

Rumah nelayan Pasia Nantigo memiliki sejumlah fasilitas penunjang yang sesuai dengan tempat karantina pasien positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala seperti kapasitas bangunan yang cukup besar.

“Di kompleks tersebut ada sebanyak 84 unit rumah dimana masing-masing memiliki 2 unit kamar dan dua kasur yang cocok bagi pasien positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani mengatakan, Pemko Padang memang berencana akan menambah tempat karantina baru bagi pasien Covid-19 yakni di rumah nelayan Pasia Nantigo.

Hal itu disebabkan karena kondisi RSUD dr. Rasidin Padang yang memang hampir penuh. Selain itu meningkatnya kasus positif Covid-19 setiap harinya, juga menjadi dasar rencana penambahan tempat karantina baru bagi pasien positif Covid-19. “Namun kami berharap tentunya lonjakan kasus Covid-19 bisa ditekan sehingga tempat isolasi rumah nelayan ini tidak dipakai,” ujarnya. (a)