Tambah 4 Ribu, Wisma Atlet semakin Sempit

21
ilustrasi. (net)

Dua hari setelah dioperasikan, Tower 4 Flat Isolasi Mandiri di RS Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta sudah terisi sebanyak 527 pasien atau sekitar 34 persen persen kapasitas. Sementara itu, pertumbuhan kasus juga kembali mencetak rekor tertinggi.

Berdasarkan catatan satgas Covid-19, kasus positif Covid-19 kemarin bertambah 4.465 kasus baru. Jumlah ini adalah yang tertinggi sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Jumlah pertambahan kasus per hari sudah menyentuh angka rerata diatas 4000 orang dalam 5 hari terakhir.

Sebagian besar pasien yang dirawat di Tower 4 adalah mereka dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). Berdasarkan data pada hari Rabu 23 September 2020 hingga pukul 06.00 pagi, masih tersedia 1.019 tempat tidur (65,92 persen)-dari kapasitas total 1.546 tempat tidur untuk pasien OTG yang tak memiliki tempat.

Sedangkan Tower 5 Flat Isolasi Mandiri yang sudah beroperasi sejak Jumat (11/9) lalu, hari ini sudah terisi 1.445 orang pasien OTG dari total kapasitas 1.570 tempat tidur. Artinya Tower 5 sudah terisi 92,03 persen dan masih tersedia 125 tempat tidur atau 7,97 persen.
Untuk RS Darurat Covid-19, yang letaknya bersebelahan dengan Flat Isolasi Mandiri yakni Tower 6 dan 7, total masih tersedia 480 tempat tidur. Rinciannya 310 tempat tidur di Tower 6 dan 170 tempat tidur di Tower 7.

Secara persentase hunian di RS Darurat Covid-19 yang terisi para pasien positif Covid-19 sudah mencapai 83,32% (2.398 tempat tidur) dari total 2.878 kapasitas tempat tidur yang tersedia di kedua tower tersebut pada hari Rabu pagi kemarin.

Baca Juga:  Lagi, Satgas Bencana BUMN Sumbar Bagikan 10 Ribu Masker

Sementara itu, pemerintah terus mencari alternatif sumber daya yang bisa digunakan. Salah satunya dengan pemakaian aset bekas flu burung.Selasa lalu (22/9) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menandatangani perjanjian tentang Pemakaian Sementara Aset Eks Flu Burung.

Surat perjanjian tersebut diharapkan mempermudah pemakaian. Sebab, pemindahtanganan aset eks flu burung tersebut adalah skema penyertaan modal aset negara yang membutuhkan waktu yang cukup lama. “Supaya asetnya bisa segera digunakan, jadi langsung dilakukan pemakaian sementara,” kata Terawan.

Salah satu aset yang diserahkan berupa Gedung Laboratorium Avian Flu yang berada di Komplek Bio Farma Bandung. Terawan berharap gedung tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Hal senada disampaikan Dirut Bio Farma Honesti Basyir. Dengan diserahkanya pemakaian gedung eks flu burung kepada Bio Farma diharapkan dapat mempercepat proses produksi vaksin maupun RT-PCR kit. Pasalnya, untuk memproduksi dalam skala besar dibutuhkan lahan yang luas.

Sehingga dengan memakai gedung tersebut akan sangat membantu proses produksi. “Dengan penandatanganan perjanjian ini artinya ini akan segera kita proses lebih lanjut tentang penyertaan modal negara sehingga aset eks flu burung ini bisa segera kami manfaatkan,” ungkapnya. (tau/lyn/jpg)